Semarang, SUARA PEMBARUAN - Sebanyak 18 alumni Program Kelas Jepang SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang, akan berangkat ke Negeri Sakura, pada Maret-April 2025. Bukan untuk #kaburajadulu, tetapi, mereka akan bekerja di perusahaan Uno Co Ltd, sambil berkuliah di Takayama College of Car, untuk mengentaskan diri dari jurang kemiskinan.Baca Juga: Sambut Ramadhan Ribuan Paket Baksos Polri Presisi Didistribusikan, Kapolda: Semoga Bermanfaat
Berasal dari keluarga miskin, mereka sangat antusias. Seperti diungkapkan Irfan Yoga Putra, alumnus SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang, Jurusan Teknik Elektronika Industri.
Dia mengaku tak sabar, segera terbang ke Jepang. Irfan menyebut, gaji pertamanya nanti akan digunakan untuk membahagiakan nenek dan adik-adiknya di Purworejo.Baca Juga: Layanan Bank Emas Jadi Pilar Penting Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Irfan bersyukur, dapat bersekolah dan tinggal di asrama SMK Negeri Jateng dengan gratis. Juga, pembelajaran bahasa Jepang di LPK Kebun Teknologi, yang diperoleh dengan cuma-cuma.
"Kedua orang tua saya sudah meninggal. Saya tinggal dengan nenek yang bekerja sebagai pelayan warung soto. Kalau dapat gaji pertama, ingin bisa dapat visa Engineering di Jepang. Setelahnya, menyisihkan uang untuk mengumrohkan nenek dan memperbaiki rumah di kampung," paparnya, setelah acara pelepasan di Gedung AVA SMK Negeri Jateng Kampus Semarang, Kamis (27/2/2025).Baca Juga: Sambut HUT ke-53 Basarnas Bantu Sekolah di Pedalaman
Hal serupa diungkapkan Nur Khasanah, alumnus SMKN Jateng di Semarang, jurusan Bisnis Konstruksi dan Properti. Dia menyatakan, gaji pertamanya akan digunakan untuk memperbaiki rumah.
"Semoga dengan saya ke Jepang, dapat membantu perekonomian keluarga. Gaji pertama untuk membantu renovasi rumah orang tua saya," tutur Nur.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Kometmen Kembangkan Sekolah Hijau Seluruh Tingkatan Negeri dan Swasta
Kepala SMK Negeri Jawa Tengah Kampus Semarang, Hardo Sujatmiko mengatakan, program Kelas Jepang diinisiasi sejak 2022/2023. Program itu diikuti oleh siswa yang mempunyai minat bekerja di Jepang.
Ditambahkan, pada semester enam, mereka mulai dilatih berbahasa Jepang. Pelatihan kemudian dilanjutkan secara boarding di LPK Kebun Teknologi, Surakarta. Setelah dinyatakan lolos sesuai spesifikasi kerja, mereka kemudian menjalani wawancara dengan pihak universitas dan perusahaan.Baca Juga: 76 Komunitas Adat di Bengkulu Terbelit Konflik Agraria, AMAN Minta Kepala Daerah Baru Tuntaskan
"Ada 18 (orang) yang berangkat, terdiri dari batch 1 sebanyak 14 (orang) dan batch 2 sebanyak empat orang alumni. Kalau untuk pembiayaan (belajar bahasa Jepang), pertama ada dari Bank Jateng, dan kedua bantuan dari pemerintah pusat melalui SMK PK (Pusat Keunggulan)," tuturnya.
Hardo berharap, program perdana ini akan berhasil dan memberikan motivasi siswa-siswi lain, untuk dapat memperbaiki hidup lewat pendidikan.Baca Juga: Giliran Taj Yasin Ikuti Retreat di Akmil
"Harapannya, ketika mereka kerja di Jepang, bukan hanya untuk mereka sendiri. Tapi mereka bisa mengubah perekonomian keluarga," imbuhnya.
Chief Executive Officer (CEO) Uno Co Ltd Japan, Uno Hisaya mengatakan, rekrutmen tenaga kerja dari SMK Negeri Jateng baru kali pertama dilakukan. Di masa depan, jumlah serapan dari Indonesia akan ditingkatkan.Baca Juga: Sambut Bulan Ramadan, Baksos Polri Bersama Mahasis dan OKP Digelar di Kabupaten Kaur
"Ini merupakan yang pertama, berawal dari Takayama College of Car yang ingin mendatangkan pelajar dari Indonesia. Ini kesempatan bisnis yang bagus, karena di Prefektur Gifu memang kekurangan pekerja. Maka secara bertahap kita rekrut 16 (orang), kemudian berkembang 35 (orang) sampai 50 (orang) di masa depan," tuturnya.Baca Juga: Tim SAR Temukan Korban Terjatuh di Bendungan PLTU Bakaru,
Artikel Terkait
Serap Lapangan Kerja, Pemprov Bengkulu-Pengusaha Jepang Jalin Kerja Sama Peningkatkan SDM
Pemprov Bengkulu Segera Bayarkan Sisa TPG SMA/SMK/SLB Tahun 2024
SPMB SMK Gratis Dibuka, Pemprov Jateng Sediakan 652 Kuota untuk Siswa Miskin
Disnakertrans Bengkulu Buka Program Magang ke Jepang
Kolaborasi dengan Ilmuwan Jepang, Dosen UNDIP Ciptakan Robot Hybrid Serangga Penyelamatan Korban Bencana