kesehatan

BPJS Kesehatan Beri Penghargaan untuk RS Pelita Anugerah yang Sukses Implementasikan Antrean Online

Rabu, 21 Agustus 2024 | 18:43 WIB

Digitalisasi layanan tidak terbatas bagi pelayanan peserta di Kantor BPJS Kesehatan namun menjangkau hingga fasilitas kesehatan. Tentunya, berbagai transformasi Program JKN tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya dukungan dan upaya bersama dengan faskes.


Bertegur sapa dengan salah satu pasien, Vivi Anggraini sebagai salah satu peserta JKN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat sangat terbantu dengan hadirnya Program JKN beserta kemudahan akses pelayanannya.


“Sudah sekian kali saya berobat ke Rumah Sakit Pelita Anugerah, juga menggunakan antrean online Aplikasi Mobile JKN. Meski rumah saya cukup dekat dari sini tetapi rawan macet. Karena sudah ambil nomor antrean secara online, saya tidak perlu datang sangat awal untuk mengurai kemacetan dan memperoleh nomor antrean dokter lebih awal,” ucapnya.


Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Pelita Anugerah, Endang Agustinar menyebut 95 persen pasien yang berobat ke rumah sakitnya merupakan peserta JKN.

Ia menyebut, optimalisasi antrean online di Rumah Sakit memiliki tantangan tersendiri dibandingkan fasilitas kesehatan lainnya di Kota Semarang maupun Kabupaten Demak.


“Rumah sakit kami lokasinya di perbatasan, di Kota Semarang tidak, di tengah Kabupaten Demak juga tidak. Tantangannya pasien kami sepuh-sepuh, kalaupun diantar oleh putranya lalu kemudian ditinggal sehingga tidak bisa mengoperasikan Aplikasi Mobile JKN,” ucapnya.


Endang bersama jajarannya, memutar otak hingga barisan pertama di pelayanan administrasi hingga security ia kerahkan untuk terjun membantu pasien agar dapat mengoperasionalkan Aplikasi Mobile JKN.


“Ternyata, kami bisa mengimplementasikan, gedung rumah sakit tak lagi sesak cenderung lengang. Tidak lagi ada penumpukan pasien,” tambahnya.


Setiap harinya Rumah Sakit Pelita Anugerah memberikan pelayanan bagi 400 hingga 700 pasien. Hadirnya Program JKN dianggap Endang sangat menguntungkan bagi masyarakat. Terlebih, Derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Demak cenderung lebih rendah dibanding Kota Semarang.


“Mudah-mudahan kami bisa terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan, dan tentunya komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang anti fraud,” pungkasnya.*

Halaman:

Tags

Terkini