kesehatan

JKN Jadi Penopang Harapan Bagi Anak Pejuang Thalasemia

Kamis, 11 Desember 2025 | 11:21 WIB
Khusnul Khotimah, bersama abaknya, Kukuh, seorang penyintas Thalasemiayang terbantu berkat programJKN.

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN  — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menjadi sumber harapan bagi banyak penyintas penyakit kronis dan keluarganya. Salah satunya Khusnul Khotimah, ibu dari anak penyintas Thalasemia bernama Kukuh.Baca Juga: Natal KCC Meriah dengan Sentuhan Bali dan Harmoni Angklung

Selama sembilan tahun, putra ketiganya itu menjalani pengobatan rutin setiap bulan. Saat masih bayi, Kukuh sering tampak pucat—sebuah tanda awal yang belum disadari sebagai gejala Thalasemia. Rabu (10/12), Khusnul mengingat kembali masa itu.

“Awalnya kami kira hanya kurang sinar matahari. Tapi ketika usia enam bulan, kakinya mulai bengkak. Pengobatan tradisional tidak mempan. Akhirnya saya membawa Kukuh ke dokter spesialis anak,” kenangnya.Baca Juga: Bengkulu Raih Penghargaan Gold di Ajang Genting Callaboration Summit 2025

Dokter segera merujuk Kukuh menjalani tes darah, termasuk pemeriksaan hemoglobin (HB), dan hasilnya sangat rendah: 3,5. Khusnul terdorong membawa sang anak ke Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang. Kukuh langsung masuk UGD, dirawat di HCU, dan menjalani rawat inap selama 12 hari, termasuk observasi serta transfusi darah.

Saat itu, Khusnul masih menggunakan biaya pribadi karena belum terpikir memanfaatkan Program JKN. Namun hidupnya serasa runtuh saat ia diberi kabar bahwa Kukuh adalah penyintas Thalasemia—penyakit kelainan genetik yang membuat produksi hemoglobin terganggu, sehingga darah mudah rusak dan menyebabkan anemia kronis.Baca Juga: Pemkot Tata Kawasan Pasar Panorama Kota Bengkulu, Ratusan PKL Segera Ditertibkan

Bayangan seorang anak kecil yang harus menjalani pengobatan panjang dengan obat-obatan dan jarum suntik tentu menghantam batin seorang ibu. Namun Kukuh tumbuh menjadi anak yang kuat dan ceria.

“Syukurlah Kukuh selalu semangat. Dengan adanya JKN, seluruh biayanya ditanggung. Tanpa itu, pasti sangat berat bagi kami,” ujar Khusnul dengan mata berkaca-kaca.

Sebagai peserta JKN, Khusnul merasakan pelayanan yang setara dengan pasien umum. “Tidak ada perbedaan pelayanan. Obat lengkap, tidak ada biaya tambahan. Saya juga pernah ke poli eksekutif dan pelayanannya tetap sama,” tuturnya.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Serahkan Hibah Tanah Untuk Lokasi Kantor Bakamla

Ia menambahkan bahwa layanan JKN kini semakin modern. Jika dulu harus antre panjang untuk mendapatkan nomor, sekarang cukup mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN menggunakan ponsel.

“Harapan saya, BPJS Kesehatan terus berkembang. Saya sangat bersyukur, sembilan tahun pengobatan anak saya terjamin tanpa terputus,” pungkasnya.*Baca Juga: Telkomsel Papua dan Maluku Siap Temani Nataru 2025 dengan Jaringan Hyper 5G, Posko Layanan 24 Jam, dan Promo IndiHome Spesial

 

Tags

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB