"Covid baru naik ya tiga-empat tahun terakhir, dan sekarang kita sudah nggak pandemi lagi, sudah endemis. Tapi tuberkulosis tetap jalan, ya 1 juta kematian di Indonesia setiap tahunnya.
Kalaupun bisa sembuh, tapi pengobatannya nggak tuntas,
menimbulkan kebal, resisten obat,
maka diobatinya lebih susah," tuturnya.
Dampak lain yang tak kalah penting, menurut Yeremia, adalah menurunkan produktivitas. Banyak penderita TBC yang kemudian dipecat, diceraikan pasangannya, bahkan diusir dari keluarganya.
"Jadi tuberkulosis bukan hanya isu kesehatan, tapi juga isu sosial ekonomi. Jadi dampaknya ke mana-mana TBC ini. Maka, kita harus cegah, dengan temukan (penderitanya), obati sampai sembuh (TOSS)," tandasnya.*
Artikel Terkait
Mahasiswa UMM Juara Nasional berkat Inovasi Penyembuhan TBC
Jateng Bersiap Menuju Bebas TBC
Penanganan TBC di Kota Semarang, Mbak Ita: Petakan Wilayah yang Terindikasi Miliki Kasus Tinggi
Kasus Terus Meningkat, Kudus Berkomitmen Eliminasi TBC
Pengentasan Penyakit TB di Kabupaten Mimika,Claus Wamafma: Kesehatan Adalah Prioritas
Bentuk TP2TBC, Pemkot Semarang Targetkan Bebas TB di 2028