Dikatakan Dr dr. I Gusti Lanang AW, di Indonesia terdapat 1460-an dokter yang bisa melaksanakan bedah tulang belakang. Namun untuk kasus-kasus besar, hanya 125 dokter yang boleh melakukan operasi secara langsung.
“Jumlah dokter ahli memang baru menyentuh 125-an. Dan baru ada tiga tempat pendidikan spesialis tulang belakang yakni di UI Jakarta, Surabaya (Unair) dan Malang,” paparnya.
Sementara itu, Yogyakarta dipilih sebagai tempat penyelenggarakan pertemuan ke-26, menurut dr Yudha dikarenakan status Yogya sebagai daerah Istimewa di Indonesia.
"Sebagai salah satu Kesultanan di Indonesia yang masih ada hingga saat ini, Yogyakarta dianggap sebagai pusat penting bagi seni dan budaya klasik Jawa, seperti tekstil batik, drama, sastra, musik, puisi, perak, seni visual, wayang, dan juga dikenal karena kemegahan alamnya seperti Gunung Merapi serta Candi Borobudur dan Prambanan. Kami bertujuan agar semua peserta dapat merangkul keragaman perspektif, budaya, dan keunikan Jogja," tutup dr Yudha. (*)
Artikel Terkait
Dokter Wanita di Kota Palembang, Ramaikan Bursa Calon Wakil Walikota
Pemprov Jateng Bertekad Hasilkan Dokter Spesialis Jiwa Terbaik, Fasilitas RSJD Ditingkatkan
Rektor Undip Bantah Mahasiswa Dokter PPDS UNDIP Semarang Bunuh Diri Akibat Jadi Korban Bullying