Sejumlah dokter dan tenaga medis turut menyampaikan kritik terhadap unggahan tersebut. Mereka menilai pasien, khususnya bayi yang sedang menjalani perawatan intensif, seharusnya tidak dijadikan materi konten di media sosial.
Dokter Adam Prabarata, misalnya, menilai tindakan tersebut tidak pantas mengingat bayi di ruang NICU merupakan pasien yang membutuhkan pemantauan intensif dan perlindungan privasi.
Sementara itu, dokter Robby Triangga mengingatkan bahwa setiap tenaga kesehatan wajib menjaga adab, etika profesi, serta menghormati martabat pasien dalam kondisi apa pun.
Selain menuai kritik dari kalangan profesi kesehatan, warganet juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan mengenai pengambilan foto maupun video di lingkungan rumah sakit. Mereka menilai seluruh tenaga kesehatan memiliki kewajiban menjaga kerahasiaan identitas pasien sesuai prinsip etika profesi dan ketentuan yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penggunaan media sosial oleh tenaga kesehatan harus tetap memperhatikan etika, profesionalisme, serta hak privasi pasien. Di tengah pesatnya perkembangan platform digital, kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan sangat bergantung pada kemampuan seluruh tenaga medis dalam menjaga kerahasiaan dan menghormati setiap pasien yang berada dalam perawatan.
Artikel Terkait
Mencekam! Anggota TNI Gugur Tertembak di Kepala Saat Evakuasi Nakes
Mbak Ita Launching L1ON, Percepat Pelayanan Perizinan Bagi Nakes di Kota Semarang
Nakes di Bengkulu Diminta Gencarkan Sosialisasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis ke Masyarakat
Nakes Lulusan Poltekes Bengkulu Diharapkan Jadi Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan