RS Unimus menyediakan ruang operasi dan fasilitas pendukung, sementara seluruh kebutuhan operasi disediakan oleh Sido Muncul dan PERDAMI. Ini merupakan kali pertama RS Unimus menyelenggarakan operasi katarak gratis dalam skala besar.Baca Juga: Pertamina dan Pertamedika Gelar Penyuluhan Kandungan Gizi untuk Pelaku UMKM
“Kami berharap kegiatan ini memberikan akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Banyak warga yang tidak menyadari bahwa operasi katarak bisa langsung memulihkan penglihatan dan membuat mereka produktif kembali. Kami juga ingin jangkauan kegiatan seperti ini semakin luas ke depan,” kata Riza.
Dr. Trilaksono Nugroho dari PERDAMI Jateng memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini.
“Dalam usia yang masih dua tahun, RS Unimus sudah berkomitmen membantu penanggulangan kebutaan. Kerja sama Sido Muncul dan PERDAMI selama 14 tahun menunjukkan tren semakin baik,” ujarnya.Baca Juga: Korem 041 Gamas Bengkulu Salurkan Bantuan Kemanusian Bagi Korban Banjir Sumbar
Trilaksono menjelaskan bahwa 3 persen masyarakat Indonesia mengalami kebutaan, dan sekitar 75 persen penyebabnya adalah katarak.
“Dengan mengatasi katarak, kita sebenarnya telah menyelesaikan sebagian besar masalah kesehatan mata di Indonesia,” terangnya.
PERDAMI menggunakan standar nasional dalam menentukan pasien layak operasi, salah satunya penglihatan hanya mampu menghitung jari dalam jarak 3 meter meski telah diberi koreksi.Baca Juga: Korem 041 Gamas Bengkulu Salurkan Bantuan Kemanusian Bagi Korban Banjir Sumbar
“Katarak adalah proses fisiologis yang akan dialami setiap orang. Karena itu, upaya operasi massal seperti ini sangat berarti,” ujarnya.
Salah satu peserta operasi, Sugeng (62 tahun) mengaku sudah lima tahun mengalami gangguan penglihatan dan setahun terakhir kondisinya semakin parah.
“Pandangan saya buram, ada ganjelan seperti selaput. Saya lihat ada brosur operasi katarak gratis, lalu saya daftar. Alhamdulillah, saya dapat giliran,” tuturnya.Baca Juga: Bantuan Siap Disalurkan, Gubernur Bengkulu Minta PTN dan PTS Data Mahaiswa Korban Bencana
Sugeng mengatakan biaya operasi katarak resmi bisa mencapai puluhan juta rupiah.
“Kalau operasi di rumah sakit umum biayanya bisa belasan juta. Tapi di sini gratis, saya sangat bersyukur,” ujarnya.
Komitmen Berkelanjutan
Melalui program ini, Sido Muncul, PERDAMI, dan RS Unimus menegaskan komitmen bersama menekan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia. Kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada residen dan spesialis mata untuk memperluas pengalaman klinis mereka.Baca Juga: Dulu 5 Hari Tak Tidur di Rig, Kini Menkeu Terbaik: Kisah Purbaya Banting Setir dari Engineer ke Ekonom
Artikel Terkait
Satpam Sido Muncul yang Tunaikan Nazar Maraton 140 KM Semarang-Jepara Dapat Hadiah Rp10 Juta dan 5 Ekor Kambing dari Irwan Hidayat
Sido Muncul Dorong Saintifikasi Jamu
Gubernur Ahmad Luthfi: Sido Muncul Jadi Contoh Investasi Padat Karya Ramah Lingkungan di Jateng
Sido Muncul Kembali Galang Kepedulian, Bantu 120 Balita Gizi Kurang di Kabupaten Semarang
Kunci Sido Muncul Memenangi SDGs Award, Fokus pada Manfaat untuk Sesama