Tekan Angka Kebutaan, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 100 Warga Kurang Mampu di RS Unimus

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 6 Desember 2025 | 13:40 WIB
Direktur Sido Muncul DR (HC) Irwan Hidayat saat menyalami para warga penerima bantuan operasi katarak gratis.  (SP/Stefy Thenu)
Direktur Sido Muncul DR (HC) Irwan Hidayat saat menyalami para warga penerima bantuan operasi katarak gratis. (SP/Stefy Thenu)

RS Unimus menyediakan ruang operasi dan fasilitas pendukung, sementara seluruh kebutuhan operasi disediakan oleh Sido Muncul dan PERDAMI. Ini merupakan kali pertama RS Unimus menyelenggarakan operasi katarak gratis dalam skala besar.Baca Juga: Pertamina dan Pertamedika Gelar Penyuluhan Kandungan Gizi untuk Pelaku UMKM

“Kami berharap kegiatan ini memberikan akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Banyak warga yang tidak menyadari bahwa operasi katarak bisa langsung memulihkan penglihatan dan membuat mereka produktif kembali. Kami juga ingin jangkauan kegiatan seperti ini semakin luas ke depan,” kata Riza.

Dr. Trilaksono Nugroho dari PERDAMI Jateng memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini.

“Dalam usia yang masih dua tahun, RS Unimus sudah berkomitmen membantu penanggulangan kebutaan. Kerja sama Sido Muncul dan PERDAMI selama 14 tahun menunjukkan tren semakin baik,” ujarnya.Baca Juga: Korem 041 Gamas Bengkulu Salurkan Bantuan Kemanusian Bagi Korban Banjir Sumbar

Trilaksono menjelaskan bahwa 3 persen masyarakat Indonesia mengalami kebutaan, dan sekitar 75 persen penyebabnya adalah katarak.

“Dengan mengatasi katarak, kita sebenarnya telah menyelesaikan sebagian besar masalah kesehatan mata di Indonesia,” terangnya.

Irwan Hidayat secara simbolis menyerahkan bantuan Rp100 juta kepada Dirut RS Unimus dr Riza Setyawan.

PERDAMI menggunakan standar nasional dalam menentukan pasien layak operasi, salah satunya penglihatan hanya mampu menghitung jari dalam jarak 3 meter meski telah diberi koreksi.Baca Juga: Korem 041 Gamas Bengkulu Salurkan Bantuan Kemanusian Bagi Korban Banjir Sumbar

“Katarak adalah proses fisiologis yang akan dialami setiap orang. Karena itu, upaya operasi massal seperti ini sangat berarti,” ujarnya.

Salah satu peserta operasi, Sugeng (62 tahun) mengaku sudah lima tahun mengalami gangguan penglihatan dan setahun terakhir kondisinya semakin parah.

“Pandangan saya buram, ada ganjelan seperti selaput. Saya lihat ada brosur operasi katarak gratis, lalu saya daftar. Alhamdulillah, saya dapat giliran,” tuturnya.Baca Juga: Bantuan Siap Disalurkan, Gubernur Bengkulu Minta PTN dan PTS Data Mahaiswa Korban Bencana

Sugeng mengatakan biaya operasi katarak resmi bisa mencapai puluhan juta rupiah.

“Kalau operasi di rumah sakit umum biayanya bisa belasan juta. Tapi di sini gratis, saya sangat bersyukur,” ujarnya.

Komitmen Berkelanjutan

Melalui program ini, Sido Muncul, PERDAMI, dan RS Unimus menegaskan komitmen bersama menekan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia. Kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada residen dan spesialis mata untuk memperluas pengalaman klinis mereka.Baca Juga: Dulu 5 Hari Tak Tidur di Rig, Kini Menkeu Terbaik: Kisah Purbaya Banting Setir dari Engineer ke Ekonom

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X