Baca Juga: Partisipasi Pemilih Capai 82,5 Persen, Nana Sudjana : Pemilu di Jateng Berlangsung Kondusif
Termasuk balita stunting yang mengalami TBC. Saat ini Kota Semarang sudah memiliki 13 fasilitas kesehatan tes cepat molekuler (TCM), yakni delapan puskesmas dan lima rumah sakit.
“Kita lakukan screening jika hasil positif langsung kita obati dan kemudian dilakukan pencegahan satu sampai dua bulan. Lalu tahun 2022-2023 kita sudah melakukan screening 45.000 yang ketemu 6.500. Dan harapannya screening ini jangan dikurangi. Karena harapannya, jika dilakukan banyak kasus, bisa cepat ditemukan dan diobati,” tegas Hakam.
Sementara itu, Provincial Manager USAID Bebas TB Jawa Tengah, drg Endang Nuraini mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Pemkot Semarang yang telah berkomitmen bersama-sama menuntaskan angka TBC. Pihaknya memastikan bakal intens melakukan koordinasi untuk mewujudkan Kota Semarang zero TBC di tahun 2028.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Gelar Pelatihan HSSE
“USAID Bebas TBC akan fokus melakukan pendampingan kegiatan di Kota Semarang seperti meningkatkan penemuan kasus TBC, kualitas screening, dan diagnosis layanan TBC,’’ ungkapnya.
Kemudian, optimalisasi pencegahan TBC dan memperkuat sistem kesehatan untuk mempercepat eliminasi TBC.
Baca Juga: J-Hope, si Rapper BTS bikin kepo dan harap-harap cemas para ARMY: kayak apa sih filmnya?
“Kami juga terus memperkuat kemitraan TBC dengan pemangku kepentingan dan komunitas, serta riset implementasi untuk meningkatkan penanggulangan TBC,” tandasnya.*
Artikel Terkait
Jateng Bersiap Menuju Bebas TBC
Skrining Kesehatan Petugas Pemilu Langkah Percepatan untuk Memotret Kondisi Kesehatan Nasional
Soal Layanan Kesehatan Bagi Petugas Pemilu, Moeldoko: Jangan Sampai Teledor
Layanan Kesehatan Satgas Dokkes Polda Jateng untuk Penyelenggara Pemilu Tuai Apresiasi