Demak, suarapembaruan.news – Sebagai anggota KPPS pada pemungutan suara Pemilu 14 Februari lalu, Raden Manggodo Aryanto (50), semangat melayani para pemilih yang akan menggunakan hak suaranya di TPS.
Baca Juga: Layanan Kesehatan Satgas Dokkes Polda Jateng untuk Penyelenggara Pemilu Tuai Apresiasi
Meski lelah karena seluruh energi dan pikirannya terkuras, dirinya mengaku bangga dan sangat bersemangat dapat berkontribusi pada pesta demokrasi lima tahunan ini. Berbekal fisik yang bugar, ia yakin dapat menyelesaikan amanah yang telah diberikan.
Namun, ternyata semangat saja tak cukup membuat dirinya bertahan, bahkan pagi menjelang siang Raden mulai merasakan pandangan berkunang-kunang. Sontak tanpa disadari ia telah jatuh pingsan saat menjaga kotak suara.
“Padahal pas berangkat saya merasakan kondisi badan fit-fit saja, saya tidak ada keluhan apapun. Saya juga tidak memiliki riwayat sakit yang mengganggu. Hanya saja memang dalam keseharian tensi darah saya memang cenderung rendah,” ucap Raden, warga Desa Bakung, Kecamatan Mijen, Demak, Minggu (18/2), saat menuturkan pengalamannya.
Baca Juga: Soal Layanan Kesehatan Bagi Petugas Pemilu, Moeldoko: Jangan Sampai Teledor
Dia mengaku telah melaksanakan Skrining Riwayat Kesehatan yang dipersyaratkan pada saat rekrutmen petugas KPPS. Hasil skrining menunjukan dirinya beresiko rendah penyakit diabetes melitus, hipertensi, jantung dan ginjal.
Dengan menjalani skrining riwayat kesehatan sebelum bertugas, harapannya ia dan jajaran petugas KPPS lainnya dapat mengetahui kondisi kesehatan secara optimal. Sehingga dipastikan tidak ada penyakit penyerta beresiko yang muncul pada saat menjalankan tugas nantinya.
Baca Juga: Perketat Keamanan Logistik Pemilu, Mbak Ita Minta CCTV di Gudang Logistik Dipastikan Tersedia
“Mungkin karena saya sempat mengurusi posko banjir, di Desa Bakung tempat saya tinggal. Setelah itu, mempersiapkan pemilu sampai hari-H. Terlalu semangatnya saya tidak terasa jika badan saya mulai lelah,” ujarnya sambil terkekeh.
Saat hampir pingsan itulah, Manggodo langsung mendapatkan pertolongan pertama dari Puskesmas Mijen 1. Pengecekan tanda vital secara runtut dilakukan oleh petugas medis, meliputi suhu tubuh, denyut nadi, frekuensi pernafasan dan tekanan darah.
Baca Juga: Skrining Kesehatan Petugas Pemilu Langkah Percepatan untuk Memotret Kondisi Kesehatan Nasional
“Kata dokter dan hasil pemeriksaan laboratorium saya tidak ditemui adanya gejala sakit yang berat namun, harus mondok selama tiga hari di puskesmas. Ya tidak apa-apa toh seluruh pelayanan, dan obat-obatan saya dijamin dalam Program JKN, nol rupiah,” tegasnya.
Artikel Terkait
Ganjar Dorong 1.700 Pekerja Perempuan Sektor Informal Dapat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
Akselerasi Program JKN Bagi Mahasiswa, BPJS Kesehatan Kerjasama dengan Polimarin
Presiden Jokowi Cek Pelayanan KIS BPJS Kesehatan di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten
Layanan Kesehatan Satgas Dokkes Polda Jateng untuk Penyelenggara Pemilu Tuai Apresiasi