Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air telah berlangsung sejak 11 Juni 2025, dan hingga kini lebih dari 23 ribu orang telah tiba di berbagai daerah.
Dalam proses kepulangan ini, petugas haji memberikan imbauan penting kepada seluruh jemaah untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan masing-masing, terutama jika mengalami gejala seperti demam, batuk, atau sesak napas.
Dr. M. Imran, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Daker Makkah, menjelaskan bahwa aktivitas selama berhaji cukup menguras energi dan dilakukan dalam kondisi cuaca yang ekstrem, sehingga bisa berdampak pada kesehatan.
Dalam konferensi pers di Makkah, ia menekankan pentingnya kesadaran jemaah untuk memantau kondisi tubuh selama dua pekan pertama setelah kembali ke Indonesia.
Selain itu, jemaah juga diimbau untuk menyampaikan riwayat aktivitas selama berada di Arab Saudi kepada tenaga medis agar pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh dan akurat.
Suhu udara yang tinggi selama pelaksanaan haji menjadi salah satu faktor utama penyebab potensi gangguan kesehatan.
Di Makkah, suhu tercatat mencapai 45°C, dan bahkan di Madinah melonjak hingga 47°C. Udara yang kering dan kelembapan rendah memperparah dampak panas ekstrem tersebut.
Imran menegaskan bahwa saat ini wilayah Arab Saudi sedang berada di masa puncak musim panas, yang berlangsung sepanjang bulan Juni hingga Juli.
Oleh karena itu, kondisi cuaca ini menjadi perhatian penting dalam pemantauan kesehatan para jemaah setelah tiba kembali di Tanah Air.
Artikel Terkait
267 Jamaah Haji Khusus Fatimah Zahra Diberangkatkan, 37 Gagal Berangkat Lewat Jalur Furoda
Wabup Pekalongan Sukirman: Evaluasi Jalur Khusus Furoda Momentum Perbaikan Pengelolaan Haji
Menjelang Puncak Haji, Banyak Jemaah Alami Cedera Tulang dan Sendi — Lansia Paling Rentan
Gubernur Jatim: Tata Kelola Masjidil Haram Musim Haji Tahun Ini Sangat Bagus
175 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Mayoritas Akibat Penyakit Jantung