Bengkulu, SUARA PEMBARUAN-Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi menginstruksikan seluruh Puskesmas di daerah ini mulai akhir Mei 2025, memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama 24 jam khususnya pada Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Instruksi ini disampaikan secara langsung kepada seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) dalam acara peresmian gedung baru UPTD Puskesmas Penurunan.
Dedy Wahyudi menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah paksaan, melainkan sebuah permohonan untuk lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat di luar jam kerja reguler. "Mau IGD atau layanan lainnya, yang penting ada petugas atau perawat yang siap jaga," selama 24 jam," kata Wali Kota Dedy Wahyudi, Senin (26/5/2025).
Sistem piket akan diimplementasikan untuk memastikan ketersediaan tenaga medis dan karyawan selama 24 jam. Kebijakan ini mendapat respons positif meskipun beberapa Kepala Puskesmas mengajukan saran agar layanan 24 jam hanya berlaku untuk IGD.
Dedy Wahyudi mengajak seluruh kepala Puskesmas untuk mengatur jadwal kerja karyawan dan petugas medis dengan bijak agar implementasi kebijakan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi penduduk Kota Bengkulu.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan masyarakat dan memberikan respons yang lebih cepat terhadap keadaan darurat di Kota Bengkulu.
Rencana Naikkan TPP
Terkait Puskesmas buka selama 24 jam, Wali Kota Dedy Wahyudi mengumumkan rencana kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) khusus untuk Kepala Puskesmas (Kapus) di Kota Bengkulu.
Baca Juga: Pemprov Bengkulu Berhasil Raih Predikat WTP PSH dari BPK
Namun, peningkatan TPP ini akan tergantung pada penilaian kinerja dan pelayanan yang diberikan oleh para Kapus kepada masyarakat. Peningkatan TPP akan dilakukan setelah memastikan bahwa kinerja para Kapus memenuhi standar yang diharapkan.
"Saya mendengarkan aspirasi dari para Kapus terkait TPP, dan kami berkomitmen untuk meningkatkannya. Namun, hal ini harus didasari oleh peningkatan yang nyata dalam kinerja," ujar Dedy
Gedung baru UPTD Puskesmas Penurunan, yang dibangun dengan anggaran Rp 8,4 miliar pada tahun 2024, disebutkan oleh Kadis Dinkes Kota Bengkulu, Joni Hariyadi, sebagai tonggak penting dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Sebelumnya, puskesmas ini menghadapi berbagai masalah infrastruktur yang menghambat pelayanan optimal kepada masyarakat.
Baca Juga: KRIS Dinilai Kurangi Akses dan Kualitas Layanan BPJS, Jamkeswatch Desak Penundaan