Kelangkaan BBM di Bengkulu Semakin Parah, Pedagang Eceran Jual Pertalite Rp 20.000 dan Pertamax Rp 25.000/Liter

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Senin, 26 Mei 2025 | 20:27 WIB
Antrean panjang mobil dan sepeda motor di salah satu SPBU di Kota Bengkulu untuk membeli BBM. Ini terjadi karena pasokan BBM ke SPBU terlambat  karena didatangkan Sumsel dan Jambi.(Foto/Ist)
Antrean panjang mobil dan sepeda motor di salah satu SPBU di Kota Bengkulu untuk membeli BBM. Ini terjadi karena pasokan BBM ke SPBU terlambat karena didatangkan Sumsel dan Jambi.(Foto/Ist)

Bengkulu, SUARA PEMBARUAN-Kelangkaan semua jenis bahan bakar minyak (BBM) di Bengkulu semakin parah, akibat pendangkalan alur pelabuhan Pulau Baai, hingga kini belum ada titik terang pengerukan secara serius oleh PT Pelindo Regional 2 Bengkulu.

Masyarakat Bengkulu untuk mendapatkan BBM terpaksa harus rela berjam-jam di SPBU menunggu pasokan dari Lubuklinggau, Sumsel, dan Jambi. Pasalnya, kebutuhan BBM di Bengkulu sementara didatangkan dari kedua daera tersebut.

Meskipun sudah berhari-hari mengantre di SPBU belum tentu dapat minyak jika berada dibaring paling jauh. Bahkan, acapkali warga sudah mengantre berjam-jam pada giligan akan mengisi stok BBM sudah habis.

Baca Juga: Masjid Harus Meningkatkan Kemakmuran dan Kebaikan Jamaahnya

Hal ini terpaksa dilakukan masyarakat Bengkulu untuk mendapatkan BBM di pengecer Pertamina Mini juga tidak ada stoknya meski ada terbatas dan harganya untuk Pertalite dijual Rp 20.000/liter dan Pertamax Rp 25.000/liter.

Mayoritas masyarakat pengguna sepeda motor jika mendatangi SPBU kosong terpaksa membeli di pengecer meski harganya dua kali lipat dari biasanya. "Saya terpaksa beli BBM Pertalite di pengecer dengan harga Rp 20.000/liter. Saya datang ke SPBU stok kosong, daripada tidak bisa jalan beli aja di pengecer," ujar Martin (45), warga Bengkulu, Senin (26/5/2025).

Ia mengatakan, meski harga BBM di pengecer selangit tapi pembelinya cukup banyak. Bahkan, harus antrean dan dijatih masing-masing sepeda motor boleh beli 1 liter. Ini dilakukan pedagang agar pembeli kebagian semua.

Baca Juga: Pertamina Jamin Ketersediaan Energi Selama Libur Panjang

"Kasihan kalau pembeli kita layani seperti selama ini, ada di antara yang tidak dapat BBM. Jadi, BBM yang kita bagi rata setiap pembeli kita kasih jatah 1 liter dengan harga Rp 20.000/liter," kata salah seorang pengecer BBM di Kota Bengkulu.

Meski harga BBM di pedagang pengecer selangit, tapi hanya beberapa pedagang saja yang masih memiliki stok. Sedang pedagang lainnya tidak berjualan BBM lagi, karena tidak ada stok lagi, menyusul pasokan BBM dari Pertamina tidak berjalan lancar.

Kapal Keruk Tiba

Menyikapi pendangkalan pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, Gubernur
Bengkulu, Helmi Hasan, meyakinkan persoalan pendangkalan alur akan segera teratasi dengan tibanya kapal keruk berkapasitas besar Costa Fortuna III.

Baca Juga: Pemkab Bengkulu Utara Segera Serahkan SK Pengangkatan CPNS Penerimaan 2024

Ia menjelaskan, dari hasil rapat bersama pihak PT Pelindo II dan Tim Teknik PT Rukindo yang melakukan pengerukan, diketahui pengerjaan akan dimulai pada 29 Mei mendatang.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X