Pendaftar Cek Kesehatan Gratis di Jateng Tertinggi Nasional

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 1 Maret 2025 | 06:46 WIB
ilustrasi cek kesehatan
ilustrasi cek kesehatan

Semarang, SUARA PEMBARUAN - Pendaftar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah menjadi yang tertinggi se-Indonesia. Tercatat, hingga Februari 2025 jumlahnya mencapai lebih dari 49 ribu orang. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggalakkan sosialisasi CKG, kepada khalayak, termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).Baca Juga: Transisi Energi ke Gas Bumi Masih Belum Ideal, BPH Migas: Percepatan Pembangunan Jargas Rumah Tangga Butuh Komitmen Pemda

Hal itu dikatakan Ketua TP PKK Jateng, Ny. Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, saat menjadi narasumber sosialisasi CKG, melalui daring, Jumat, 28 Februari 2025.

"Meskipun Jawa Tengah CKG tertinggi nasional, kami mengajak seluruh kader berperan aktif. Sebab CKG merupakan upaya pemerintah menyejahterakan rakyat, lewat sistem kesehatan nasional," kata Ning Nawal.Baca Juga: Pastikan Stok Sembako Aman Hadapi Ramadan, Sekda Bengkulu Utara Sidak ke Pasar Purwodadi

Menurutnya, CKG merupakan program hasil terbaik cepat atau quick win, pemerintahan Prabowo-Gibran. Untuk itu, ia mengajak kader PKK seantero Jateng, agar berperan aktif, salah satunya dengan mengunduh aplikasi "Satu Sehat Mobile", dan menyosialisasikan cara penggunaannya kepada warga.

"Bapak/ ibu bisa mengimbau ke seluruh anggota dan kader TP PKK, menyosialisasikan, menggerakkan masyarakat, dalam berbagai pertemuan untuk ikuti pemeriksaan kesehatan gratis sesuai kelompok usia," tutur Ning Nawal.Baca Juga: Kapolda Patrige Berbagi Kasih Warga Kampung Mualaf Papua di Angkasa

Ditambahkan, kader PKK yang berada di pelosok wilayah memiliki peran penting untuk menyosialisasikan hal tersebut. Sebab, dengan sosialisasi yang diberikan, turut meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga, sesuai 10 Program Pokok PKK.

Nawal juga mengajak, seluruh kader untuk terus meningkatkan kompetensi SDM terkait PKG dan kesehatan pada umumnya. Kerja sama itu bisa dilakukan secara lintas instansi, seperti BKKBN hingga Dinas Kesehatan setempat.Baca Juga: Kapolda Patrige Renwarin Safari Ramadhan dan Perkenalkan diri ke Warga Muslim Papua di Angkasa

"Kita harus mengajak keluarga teman-teman untuk ikut CKG. Menyebarluaskan informasi, kita juga bisa menjadi contoh dengan mengikuti CKG dan menyebar testimoni terkait program itu. Jangan sampai jadi hal yang ditakuti oleh masyarakat kita," imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yunita Dyah Suminar mengatakan, sosialisasi kepada TP PKK dilakukan untuk menggenjot pendaftar dan peserta CKG. Menurutnya, kesadaran masyarakat Jateng untuk memeriksa diri cukup tinggi.Baca Juga: Islam Memberikan Kedudukan Tinggi Bagi Kaum Wanita yang Shalihah

Yunita menjelaskan, CKG adalah pemeriksaan kesehatan yang akan didapat warga setiap tanggal ulang tahun. Hal ini untuk melakukan upaya preventif dan promotif, mencegah penyakit kronis dan degeneratif.

"Di Jateng setelah di-launching pada 10 Februari 2025, pendaftar CKG mencapai 49 ribu tertinggi se-Indonesia, diikuti Jatim dan Jabar. Ini artinya masyarakat Jawa Tengah merespon baik kegiatan Cek Kesehatan Gratis, yang digagas oleh pemerintahan Prabowo-Gibran," ucapnya.Baca Juga: Masyarakat Bengkulu Selatan Diminta Hormati Keputusan MK Pilkada Dilakukan PSU

Menurut Yunita, program itu diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia mulai dari bayi baru lahir (0-2 hari), balita dan anak prasekolah (1-6 tahun), usia sekolah (7-17 tahun), dewasa (18-59 tahun), serta lansia (di atas 60 tahun). Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan, berdasarkan usia dan kerawanan kesehatan yang diderita.Baca Juga: Mendikdasmen : Bahasa Daerah Kekayaan yang Perlu Dijaga dan Dilestarikan

Untuk bayi baru lahir usia 0-2 hari, pemeriksaan meliputi pemeriksaan penyakit jantung bawaan kritis, defisiensi G6PD, penyakit empedu dan saluran empedu, pertumbuhan, hipertiroid kongenital dan hiperplasia adrenal kongenital. Sementara pemeriksaan bagi balita di antaranya, pertumbuhan, perkembangan, tuberkulosis, telinga, mata, gigi, talasemia, dan diabetes melitus.Baca Juga: Sambut Bulan Ramadan, Baksos Polri Bersama Mahasis dan OKP Digelar di Kabupaten Kaur

Pada pemeriksaan dewasa ada dua tahap. Tahap satu meliputi, tekanan darah, diabetes melitus, gizi, tuberkulosis, kanker payudara, kanker paru, kanker leher rahim, kanker usus besar, dan PPOK. Adapula pemeriksaan telinga, mata, pemeriksaan hati, pemeriksaan calon pengantin dan gigi.Baca Juga: Pembekalan Kepala Daerah 2025, Bupati Kaur Terus Semangat Perkuat Kometmen Majukan Daerah

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X