Sementara AAS International Hospital akan menjelma menjadi rumah sakit bertaraf internasional yang bakal menjadi rujukan di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Sehingga nantinya rakyat Indonesia tak perlu jauh-jauh lagi berobat ke luar negeri.
"Kita ingin merubah peradaban, orang sakit bisa rujukan di Makassar, nggak perlu jauh-jauh lagi berobat ke luar negeri," jelas Amran.
Masjid dan rumah sakit itu berdiri di atas lahan seluas 35 hektar. Dua proyek untuk dua bidang yang amat penting bagi kehidupan manusia yakni agama dan kesehatan.
"Doakan dari kami 90 persen pembiayaan dari AAS Foundation. Saya pastikan tidak ada investasi asing di sini. Kami akan tunaikan janji kami di hadapan Baitullah saat itu mendampingi Wapres," ungkap Menteri Pertanian itu.
Dikabarkan investasi dunia akhirat ini bernilai Rp 1 triliun. Menurut Andi Amran, masjid tersebut tak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tapi juga akan menjadi pusat pengembangan peradaban Islam di Kawasan Timur Indonesia.
Di samping itu, tujuan dibangunnya masjid ini berorientasi pada peningkatan kemakmuran jemaah, pusat perputaran ekonomi, wadah pembentukan karakter pendidikan akhlak generasi penerus, tempat berkumpul dan menuntut ilmu, bertukar pengalaman, pusat dakwah dan kebudayaan, pusat kaderisasi umat, dan basis kebangkitan umat Islam.
Amran menuturkan, pahala dan amal jariyah dari masjid itu seluruhnya dipersembahkan untuk mendiang Sang ibu tercinta.
"Semua amalnya kami peruntukkan buat ibu saya. Dua proyek megah ini adalah cita-cita mulia yang sedari dulu ingin direalisasikan. Akhirnya dikehendaki oleh Allah SWT," pungkas Amran. (SP.news)