internasional

Indonesia Tegaskan Sinergi DK PBB dan Board of Peace Demi Perdamaian Palestina

Kamis, 19 Februari 2026 | 20:27 WIB
Menlu Sugiono menegaskan sinergi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Board of Peace untuk dorong perdamaian Palestina. Indonesia siap berperan aktif dan konsisten pada prinsip PBB.


New York, SUARA PEMBARUAN  – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kerja Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Board of Peace harus saling memperkuat dalam mendorong terciptanya perdamaian di Palestina.Baca Juga: Promedia Jajaki Kolaborasi Publikasi Strategis dengan TNI AD, Dorong Informasi Pembangunan Lebih Luas

Ia menyebut hal tersebut akan menjadi pesan utama Indonesia dalam pertemuan perdana negara-negara anggota Board of Peace yang digelar Kamis (19/2) waktu setempat.

Dalam pidatonya pada sidang Dewan Keamanan di New York, Amerika Serikat, Rabu (18/2), Sugiono menilai kedua lembaga memiliki mandat serta jalur berbeda dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza. Namun, ia menekankan bahwa keduanya tidak boleh berjalan sendiri-sendiri atau saling bertentangan karena berpotensi melemahkan efektivitas diplomasi perdamaian.Baca Juga: Rapim Polda Bengkulu 2026, Wakil Gubernur Paparkan 21 Program Unggulan Pemprov

Menurutnya, pendekatan Board of Peace yang tidak sejalan dengan kerangka kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa justru akan merusak kredibilitas serta pengaruh lembaga tersebut.

Sugiono menjelaskan, kerja Board of Peace harus tetap selaras dengan PBB karena pembentukannya merupakan amanat Resolusi 2803 Dewan Keamanan. Resolusi tersebut menekankan pentingnya rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik di Gaza, termasuk pembentukan Board of Peace dan pasukan International Stabilization Force (ISF).Baca Juga: Pejabat di DLHK Bengkulu Tandatangani Perjanjian Kerja, Asisten II Tekankan Tanggung Jawab Kolektif

Karena itu, ia memastikan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace akan tetap berpegang pada prinsip-prinsip PBB. Ia menegaskan keterlibatan Indonesia akan konsisten dengan Piagam PBB serta nilai-nilai multilateralisme.

Sugiono juga menyampaikan bahwa Indonesia bersama delapan negara mayoritas Muslim lainnya di dalam forum tersebut berkomitmen menjaga integritas kerangka perdamaian yang sedang dibangun.Baca Juga: Hari Pertama Ramadhan, Ketahanan Stok BBM di Papua Maluku Dipastikan Aman, Pertamina Siapkan Layanan SPBU Nyaman

Ia berharap Board of Peace mampu bertindak berdasarkan semangat persatuan dan penyelesaian konflik secara menyeluruh, tidak hanya mengelola krisis, tetapi juga memastikan hak dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Pada Kamis (19/2), Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri pertemuan tingkat kepala negara anggota Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat. Agenda ini menjadi pertemuan perdana sejak piagam pembentukan organisasi tersebut ditandatangani pada 22 Januari lalu.Baca Juga: Jukir Liar Tanah Abang Tarif Rp100 Ribu Viral, Rano Karno: Ditertibkan!

Sebagai anggota Board of Peace, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyelesaian konflik Palestina secara adil, komprehensif, dan berkelanjutan. Peran Indonesia sebagai Presidensi Dewan HAM PBB tahun 2026 juga semakin memperkuat posisi tersebut, sekaligus memastikan keterlibatan yang objektif dan berlandaskan hukum internasional.

Momentum ini dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih sentral dalam mendorong penyelesaian permanen konflik Israel–Palestina.Baca Juga: Promedia dan SKI Luncurkan Program Ganti Atap Rumah Wartawan, Dorong Hunian Sehat dan Ramah Lingkungan



Tags

Terkini