Gaza di Tengah Perang: Jeritan yang Menembus Langit

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Rabu, 24 September 2025 | 06:19 WIB
Pengunsi Akibat Perang di Gaza
Pengunsi Akibat Perang di Gaza

“Kebebasan kita tidak akan lengkap tanpa kebebasan rakyat Palestina.”

Gaza adalah cermin, bahwa kebebasan sebagian manusia masih terkunci di balik pagar besi dan bara mesiu.

Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Turki, berulang kali menegaskan:

“Palestina adalah luka terbuka dunia Islam. Selama Gaza berdarah, kita semua ikut berdosa jika hanya berdiam diri.”

Bahkan anak-anak Gaza sendiri meninggalkan kalimat yang tak terlupakan. Seorang anak laki-laki, menjelang ajalnya di rumah sakit, berbisik kepada perawat:

“Tolong sampaikan pada dunia… kami juga manusia.”

Jeritan yang Menjadi Doa

Jeritan Gaza bukan sekadar pekikan kesakitan, tetapi doa yang menembus langit. Dunia mungkin menutup telinga, tetapi Allah mendengar semuanya.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Raih 37 Penghargaan di ENSIA Award 2025

Mungkin dunia hanya melihat angka — ratusan ribu pengungsi, ribuan korban jiwa. Tetapi di balik angka itu ada nama, ada wajah, ada kehidupan yang dipaksa hilang. Seorang ibu yang kehilangan bayinya, seorang kakek yang kehilangan seluruh keluarganya, seorang pemuda yang tak sempat mengenal arti dewasa.

Mereka menangis, namun juga berdoa. Mereka hancur, namun tetap bersujud. Mereka kehilangan segalanya, tetapi tetap menyimpan secercah harapan bahwa bumi Gaza suatu hari akan kembali damai.

Harapan di Tengah Abu

Dan di tengah semua itu, Gaza tetap berdiri. Meski roboh, mereka tidak runtuh. Meski terluka, mereka tidak menyerah. Dari mata anak-anak yang masih bisa tersenyum di tengah puing, dari doa seorang ibu yang tak berhenti meski suaranya serak, dari tangan-tangan yang tetap menolong meski penuh luka — Gaza mengirimkan pesan kepada dunia:

Kami masih hidup. Kami masih ada. Kami masih berpegang pada harapan.”

Jeritan Gaza bukan hanya tentang kepedihan, tetapi juga tentang keberanian untuk terus bertahan. Meski dunia seakan diam, meski keadilan terasa jauh, Gaza tetap melawan dengan iman yang tak bisa dipadamkan.

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X