Reaksi Dunia Internasional
Sejumlah negara besar termasuk Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan Jerman menyerukan penahanan diri dan gencatan senjata segera. Presiden AS menyatakan bahwa pihaknya sedang “memantau situasi dengan sangat serius” dan akan “mengambil tindakan tegas” jika kepentingan Amerika atau sekutunya ikut terancam.
Sementara itu, Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang darurat.
Baca Juga: Kebutuhan Darah di Kota Bengkulu Rata-Rata 1.500 Kantong Setiap Bulan
Potensi Eskalasi Lebih Luas
Para analis memperingatkan bahwa konflik ini bisa memicu perang regional terbuka yang melibatkan Hizbullah di Lebanon, milisi Houthi di Yaman, dan bahkan kelompok bersenjata di Suriah dan Irak.
Jika serangan balasan terus berlangsung, maka kawasan Timur Tengah bisa menghadapi salah satu krisis terbesar dalam dua dekade terakhir.
Serangan besar Iran ke jantung strategis Israel menunjukkan bahwa konflik ini telah bergerak dari perang proksi menjadi konfrontasi langsung antar negara. Dunia kini menanti: apakah para pemimpin akan memilih jalur diplomasi, atau membiarkan bara perang ini menyala semakin luas?
Artikel Terkait
Gaji Hakim dan Mahalnya Keadilan
Hubungkan Mojokerto-Batu, Jalur Pacet-Cangar Dibuka Penuh 24 Jam
Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025 Menunggu Geliat Industri Batik Jatim
Dugaan Korupsi Rp 8,3 T, Kejagung Diminta Periksa Dirut PT Pupuk Indonesia
RSU Yunus Bengkulu Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Penyakit Jantung
Gubernur Bengkulu Luncurkan Rumah Aspirasi Bantu Rakyat
Gubernur Helmi Hasan Ajak Masyarakat Bengkulu Hidupkan Rumah Ibadah
Firman Soebagyo: Cabut Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Harus Adil, Jangan Tebang Pilih!
Kebutuhan Darah di Kota Bengkulu Rata-Rata 1.500 Kantong Setiap Bulan