hukum-kriminalitas

Demo Besar Warnai Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta, Mahasiswa Tuntut Transparansi

Jumat, 22 Mei 2026 | 15:15 WIB
Menyoroti aksi demonstrasi mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta terkait kasus dugaan kekerasan seksual dosen di lingkungan kampus. (Dok. UPN Veteran Yogyakarta - Instagram.com/@himahiupnvyk)

 


YOGYAKARTA, SUARA PEMBARUAN — Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret seorang dosen di UPN Veteran Yogyakarta terus memicu gelombang protes mahasiswa. Ratusan mahasiswa turun ke area Gedung Rektorat kampus pada Rabu (20/5/2026) untuk mengawal penanganan kasus yang dinilai harus dibuka secara transparan.

Aksi demonstrasi itu berlangsung setelah mencuat dugaan kekerasan seksual yang melibatkan dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian. Terduga pelaku kini telah diperiksa oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

Pihak kampus juga telah menonaktifkan dosen bersangkutan sebagai langkah administratif dan preventif sesuai Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa poster dan memasang spanduk yang berisi kritik terhadap pola penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Mereka menilai persoalan tersebut bukan kasus baru dan diduga telah berlangsung bertahun-tahun.

Koordinator aksi, Anton Wijoyo, menyebut kasus serupa disebut tidak hanya terjadi di Fakultas Pertanian, tetapi juga diduga ditemukan di sejumlah fakultas lain seperti Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Menurut Anton, dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus selama ini cenderung tertutup dengan alasan menjaga citra institusi.

Sementara itu, Ketua BEM UPN Veteran Yogyakarta, Muhammad Risyad Hanafi, mengungkap jumlah korban diduga mencapai belasan hingga puluhan mahasiswa.

Ia menyebut dugaan kekerasan seksual yang ditemukan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga nonverbal, termasuk candaan seksis yang dilontarkan dalam forum kelas maupun ruang publik kampus.

Menurut Risyad, mahasiswa menghimpun sejumlah bukti berupa dokumentasi video yang memperlihatkan dugaan perilaku tidak pantas dari para terlapor.

Mahasiswa juga mengungkap dugaan kasus serupa ditemukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Secara keseluruhan, terdapat sekitar delapan dosen yang disebut diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual sejak 2013.

Usai aksi berlangsung, pihak mahasiswa bersama Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Irhas Effendi, dikabarkan telah menandatangani kesepakatan terkait penanganan kasus tersebut.

Salah satu poin tuntutan mahasiswa ialah penonaktifan dosen terduga pelaku maksimal dalam tiga hari, dilanjutkan investigasi menyeluruh dan pemberian sanksi sesuai aturan apabila terbukti bersalah.

Mahasiswa juga mendesak komitmen kampus untuk menjamin transparansi penanganan kasus, perlindungan korban, serta pemenuhan hak restitusi bagi penyintas kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Tags

Terkini