Lebaran di Balik Jeruji: Tangis Tahanan Bantul Pecah Saat Diberi Kue oleh Polisi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 25 Maret 2026 | 21:43 WIB
Momen anggota Polisi beri kue Lebaran kepada tahanan di Bantul, Yogyakarta. (Instagram/gangsalwirajati)
Momen anggota Polisi beri kue Lebaran kepada tahanan di Bantul, Yogyakarta. (Instagram/gangsalwirajati)


Bantul, SUARA PEMBARUAN - Momen haru mewarnai perayaan Lebaran di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seorang tahanan terlihat tak kuasa menahan tangis saat merayakan Idul Fitri tanpa kehadiran keluarga.

Kisah tersebut viral setelah dibagikan oleh anggota Bhabinkamtibmas, Gangsal Wirajati, melalui akun media sosialnya pada Rabu, 25 Maret 2026.

Dalam video yang telah ditonton ratusan ribu kali, terlihat seorang tahanan mengenakan kaos biru mengaku belum pernah dijenguk oleh keluarga selama momen Lebaran.

Melihat kondisi tersebut, Aipda Gangsal berinisiatif berbagi kue Lebaran agar tahanan tersebut tetap bisa merasakan suasana hari raya meski berada di balik jeruji.

Ia memberikan kue sambil menyampaikan pesan sederhana agar pria tersebut tetap merasakan kebahagiaan Lebaran, meski dalam keterbatasan.

Dari pengakuannya, tahanan tersebut memang tidak memiliki keluarga yang datang menjenguk. Ia menyebut telah berpisah dengan istrinya dan tidak memiliki anak kandung.

Pria itu juga mengungkapkan bahwa dirinya terjerat kasus pencurian pipa. Ia mengaku perbuatannya dilakukan lebih dari sekali, termasuk mengambil milik kerabatnya sendiri.

Kini, ia mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengikuti jejaknya dan tetap mencari penghasilan dengan cara yang benar.

Di sisi lain, Aipda Gangsal memberikan motivasi agar setelah bebas nanti, pria tersebut dapat memulai hidup baru yang lebih baik.

Ia menegaskan bahwa setiap orang masih memiliki kesempatan kedua untuk berubah, selama mau menjalani proses hukum dan memperbaiki diri.

Video tersebut pun menuai beragam respons positif dari warganet. Banyak yang memuji empati sang petugas yang tetap menunjukkan sisi humanis dalam menjalankan tugas, sekaligus menjaga privasi tahanan dengan tidak menampilkan wajah secara jelas.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik jeruji penjara, masih ada harapan, kepedulian, dan kesempatan untuk memulai kembali kehidupan yang lebih baik.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X