Tragedi Lebaran di Cipayung: Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Mantan Suami, Pelaku Ditangkap Saat Kabur

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 23 Maret 2026 | 16:14 WIB
Foto ilustrasi: Cucu seniman Mpok Nori jadi korban pembunuhan di Cipayung, Jakarta Timur. (unsplash/william f. santos)
Foto ilustrasi: Cucu seniman Mpok Nori jadi korban pembunuhan di Cipayung, Jakarta Timur. (unsplash/william f. santos)

Momen Lebaran 2026 diwarnai kabar duka. Seorang perempuan di Cipayung, Jakarta Timur, ditemukan tewas mengenaskan. Pelaku diduga mantan suaminya sendiri.

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Kasus pembunuhan tragis menggemparkan warga kawasan Cipayung, Jakarta Timur, di tengah suasana Lebaran 2026. Korban diketahui bernama Dewintha Anggary, yang juga merupakan cucu dari seniman Betawi legendaris, Mpok Nori.

Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah ibu korban merasa curiga saat mendatangi rumah Dewintha pada Sabtu dini hari, 21 Maret 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Kecurigaan muncul karena rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, sementara korban tidak dapat dihubungi.

Pihak keluarga kemudian berinisiatif masuk ke dalam rumah melalui jendela. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan Dewintha sudah tergeletak dengan kondisi berlumuran darah.

Keterangan dari Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi, menyebutkan bahwa saat ditemukan, darah di lokasi kejadian sudah dalam kondisi mengering.

Hal ini mengindikasikan bahwa peristiwa pembunuhan terjadi beberapa waktu sebelum korban ditemukan. Selain itu, ditemukan luka sayatan pada bagian leher korban yang diduga menjadi penyebab kematian.

“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi darah mengering, baik di lantai maupun kasur,” ungkap Ressa kepada awak media, Minggu, 22 Maret 2026.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi memastikan tidak ada barang berharga milik korban yang hilang. Hal ini memperkuat dugaan bahwa motif pembunuhan bukanlah perampokan.

Kecurigaan pun mengarah kepada orang terdekat korban, yakni mantan suaminya, seorang warga negara Iran bernama Fuad.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat hendak melarikan diri melalui ruas tol menuju arah Merak pada Sabtu siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif di balik aksi keji tersebut. Dugaan sementara menyebutkan bahwa pelaku tidak terima atas keinginan korban untuk berpisah.

Jenazah korban telah dibawa ke RS Kramat Jati untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Setelah itu, korban dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam hubungan personal masih menjadi ancaman serius, bahkan di momen yang seharusnya penuh kebahagiaan seperti Lebaran.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X