Saat ini, penyelidikan mengarah pada dugaan pelaku yang beroperasi dari luar negeri. Nomor dengan kode +234 tengah dianalisis secara digital untuk mengetahui lokasi dan identitas pengirim pesan.
“Kami melakukan penyelidikan mendalam agar segera menemukan pelaku yang mengirim pesan teror ini,” tegas Victor. Ia menambahkan, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum pasti.
Hingga kini, hasil pemeriksaan di tiga lokasi sekolah menunjukkan tidak ada tanda-tanda bom maupun bahan peledak. Aparat terus memperkuat patroli dan koordinasi lintas satuan untuk memastikan keamanan seluruh lembaga pendidikan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Artikel Terkait
Oknum Polri Bawa Lari 4 Senjata, TPNPB-OPM: Jangan Teror Masyarakat Dalam Pencarian Senjata
Teror Ledakan Pager di Lebanon Menandakan Umat Islam Tertinggal Teknologi
Teror Kepala Babi dan Tikus, Bentuk Pembungkaman Kebebasan Pers
Teror Berdarah di Villa Mewah Bali: Turis Australia Tewas, Polisi Buru Pelaku Bersenjata
Dampak Konflik Agraria, Pondok Petani di Bengkulu Selatan Dibakar, Diduga Aksi Teror Perusahaan