Prabowo Geram Korupsi Sistemik, Tegaskan Komitmen Bangun Pemerintahan Bersih

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 30 September 2025 | 06:10 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan penyesuaian tunjangan DPR dan moratorium kunjungan luar negeri. (Youtube/Sekretariat Presiden)
Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan penyesuaian tunjangan DPR dan moratorium kunjungan luar negeri. (Youtube/Sekretariat Presiden)

 

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Presiden RI Prabowo Subianto meluapkan kemarahannya terhadap praktik korupsi yang terus menggerogoti kekayaan bangsa. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidato pada Musyawarah Nasional (Munas) Ke-6 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Senin (29/9).

Menurut Prabowo, para koruptor mampu menilap uang negara dalam jumlah sangat besar, bahkan mencapai Rp2–3 triliun per tahun.

“Koruptor itu brengsek. Ada yang mencuri Rp2 triliun, ada yang Rp3 triliun. Kalau saya ceritakan berapa ratus triliun uang negara hilang setiap tahun, mungkin kalian bukan sekadar geleng kepala, tapi harus panggil dokter,” ujarnya disambut tepuk tangan para kader PKS.

Prabowo mengaku terkejut setelah resmi menjabat Presiden, karena menemukan parahnya praktik korupsi di berbagai sektor. Ia menilai sebagian besar berlangsung sistemik dan sering dibungkus dengan cara-cara yang seolah sah secara hukum, padahal merugikan negara.

“Banyak orang pintar justru pandai merampok. Ini perampokan sistemik, hasil dari sistem yang dibuat dan kelengahan elite, sehingga kekayaan bangsa terus terkuras,” tegasnya.

Sebagai contoh, Prabowo menyinggung tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Dari sekitar 1.000 tambang ilegal, hampir 80% hasil timah diselundupkan ke luar negeri setiap tahun. Untuk itu, ia telah memerintahkan TNI, Polri, dan Bea Cukai menutup aktivitas tersebut. Upaya ini diperkirakan bisa menyelamatkan Rp22 triliun hingga akhir 2025 dan mencapai Rp45 triliun pada 2026.

Prabowo menekankan bahwa pemerintahan bersih adalah kunci kebangkitan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

“Saya bertekad membangun pemerintahan yang bersih. Hanya dengan itu Indonesia bisa bangkit,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh partai politik, termasuk PKS, untuk bersatu melawan praktik korupsi dan penyimpangan sistemik yang selama ini hanya menguntungkan segelintir orang.

“Ini yang akan saya perangi. Saya berharap semua partai politik bergandengan tangan dengan saya untuk melawannya,” tegasnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X