SUARA PEMBARUAN - Pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea, turut mengomentari kasus korupsi yang menyeret elit Pertamina.Baca Juga: Kapolda Patrige Renwarin Silahturahmi ke Warga Kampung Muslim Pegunungan di Angkasa
Ia secara terbuka mengungkapkan kegeramannya terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengenai skandal tersebut.
Menurut Hotman, meskipun Ahok sudah tidak lagi menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, pernyataan yang ia sampaikan ke publik kurang tepat.Baca Juga: Islam Memberikan Kedudukan Tinggi Bagi Kaum Wanita yang Shalihah
Ia menilai bahwa seharusnya Ahok merasa malu karena turut bertanggung jawab dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah yang tengah diusut oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Lebih lanjut, Hotman bahkan meminta Ahok untuk mengembalikan seluruh gaji yang diterimanya selama menjabat di Pertamina.
Sebelumnya, Ahok dengan nada bicara tegas dan keras mengungkapkan peran beberapa pihak dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun.Baca Juga: Sidak ke Pasar Cipinang, Mentan Amran: Tidak Ada Alasan Harga Naik, Produksi Berlimpah
Ia menyebut nama Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Yoki Firnandi, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.
Ahok juga menegaskan kesiapannya untuk memberikan keterangan kepada pihak berwenang, bahkan bersedia memutar rekaman dan membuka notulen rapat selama masa jabatannya di Pertamina.Baca Juga: Perbaikan Seluruh Jalan dan Jembatan Provinsi di Bengkulu Dibutuhkan Dana Rp 2,5 Triliun
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Hotman Paris.
Dalam sebuah video yang diunggah ke Instagram pada Minggu, 2 Maret 2025, Hotman yang saat itu berada di Singapura mengaku geram melihat gaya bicara Ahok yang dianggap terlalu ngotot dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi swasta.
"Hai Ahok! Saya sedang berada di Singapura, saya panas lihat gaya lu ngotot-ngotot di semua medsos," ujar Hotman dalam unggahan tersebut.Baca Juga: Dinyatakan Selamat, Fiersa Besari Minta Maaf dan Sangat Berduka Kehiilangan Dua Sahabat
Hotman menyoroti peran Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina yang menurutnya seharusnya bertanggung jawab dalam mengawasi setiap pelanggaran, sekecil apa pun.
Apalagi, kata Hotman, kasus ini merupakan sebuah "mega pelanggaran" yang sangat besar.
Artikel Terkait
Mantap! Pemkab Jepara Raih Peringkat 23 Nasional dalam Pencegahan Korupsi
Isu Pengoplosan Beredar Kencang, Pertamina Tegaskan Kualitas Pertamax Sesuai Spesifikas
Skandal Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Senilai Rp193 Triliun Terbongkar: Dirut Pertamina Jadi Tersangka!
3 Kasus Mega Korupsi di Tanah Air: Dari Harvey Moeis Hingga Terbaru Skandal Impor Minyak Mentah
Buntut Skandal Dugaan Korupsi Minyak Mentah, Dirut Pertamina : Bakal Ada Evaluasi Besar-besaran