1.000 Hektare Sawah di Kendal Terdampak Banjir, Mentan Minta Bulog Serap Gabah Petani

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 22 Maret 2024 | 14:18 WIB
Mentan saat meninjau areal pertanian terdampak banjir di Desa Rurunrejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jumat (22/3).
Mentan saat meninjau areal pertanian terdampak banjir di Desa Rurunrejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jumat (22/3).

Kendal, suarapembaruan.news - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta kepada Bulog menyerap gabah dari petani terdampak banjir meskipun kualitas berasnya menjadi turun.

Dengan begitu, dapat sedikit meringankan penderitaan petani terdampak banjir di beberapa daerah di Jateng.

"Nanti Kepala Dinas Pertanian kalau ada apa-apa cepat melapor ke Bulog. Kalau gabahnya (yang terendam banjir) tidak diserap Bulog, segera berangkat ke Jakarta lapor ke Kementerian Pertanian," kata Amran saat meninjau areal pertanian terdampak banjir di Desa Rurunrejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jumat (22/3).

Baca Juga: 2.001 Pelanggar Ditilang Selama Operasi Keselamatan Candi 2024 di Kota Solo

Atas banyaknya lahan pertanian yang teredam banjir tersebut, Menteri Pertanian akan mengirimkan beberapa unit combine (mesin panen padi), agar digunakan untuk memanen padi lebih cepat.

"Yang pertama kita lakukan adalah dengan mengirim combine. Kedua adalah pemberian benih untuk 1.000 hektare," ujar Amran.

Baca Juga: Video Penyiksaan Seorang Warga Dalam Drum, Komnas HAM Papua: Sadis

Dalam kesempatan itu, secara simbolis ia juga menyerahkan bantaun kepada Pemkab Kendal, berupa benih padi untuk 5.603 hektare senilai Rp1,9 miliar dan benih jagung untuk 1.970 hektare senilai Rp1,77 miliar.

Baca Juga: Mbak Ita Jadi Anggota Badan Pembina Harian Unimus, Ini Alasannya

Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan berupa 5 unit pompa air dan 15 unit irigasi perpompaan dengan total nilai Rp1.958.859.000.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Argo Mulyo Kabupaten Kendal, Ridwan mengatakan, lahan tanaman padi yang dikelola oleh anggota kelompok taninya sudah memasuki masa panen. Namun, akibat terendam banjir sehingga mengalami puso.

Baca Juga: Mbak Ita Dikukuhkan Jadi Anggota BPH Unimus

"Dengan adanya bantuan dari pemerintah seperti ini, alhamdulillah petani masih diperhatikan," ucapnya.

Ia berharap, kedepan pemerintah juga dapat menata penyaluran pupuk bersubsidi ,sehingga petani lenih mudah mengakses pupuk untuk tanamannya. Selain itu juga melakukan perbaikan saluran-saluran irigasi.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X