Semarang, suarapembaruan.news - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) resmi mengukuhkan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu sebagai anggota Badan Pembina Harian (BPH).
Usai dilantik, Mbak Ita menyampaikan berterima kasih kepada pimpinan pusat Muhammadiyah yang telah memberikan amanah kepada dirinya. Dirinya mengaku siap berkolaborasi dengan kampus.
Baca Juga: Tiongkok Masuk Lima Besar Realisasi Investasi di Jateng
"Untuk membangun suatu hal, harus ada kolaborasi. Ini tentunya menjadi hal yang luar biasa," terang Mbak Ita, usai pengukuhan di Kampus Unimus, baru-baru ini.
Pihaknya siap mengemban amanah ini. Menurutnya, pengukuhan ini jadi role model kolaborasi antara pemerintah dengan dunia pendidikan untuk masa depan bangsa.
"Kolaborasinya juga dengan anak-anak milenial, generasi yang akan datang yang menjadi harapan bangsa. Insyaa Allah kami siap, tapi kami perlu belajar dari tokoh-tokoh badan pembina harian," jelasnya.
Baca Juga: Video Kekerasan Beredar di Medsos, Kapendam Cenderawasih: Saat Ini Masih Konfirmasi
Mbak Ita menambahkan bahwa dirinya seorang pembelajar. Tak cepat puas terhadap ilmu yang diterima. Oleh karena itu, dirinya siap berbagi ilmu di Unimus.
"Saya suka belajar. Saya bukan orang yang pintar sekali, tidak. Saya tadi diajak Pak Jumai keliling, dan diajak ngajar, saya siap. Saya justru suka belajar, belajar dan belajar. Ilmu itu dinamis, tidak statis. Setiap kali bisa berbeda. Contoh, di dunia kesehatan, enggak sampai satu tahun, mungkin enam bulan teknologi berubah. Apalagi kalau yang ala Jepang, itu pasti metodenya ada terus dan ada baru," terang dia.
Baca Juga: Optimalkan Implementasi BCMS, Cara Semen Gresik Perkokoh Ketahanan Operasional Bisnis Perusahaan
Mbak Ita berharap Unimus bisa go internasional. Pihaknya siap memfasilitasi Unimus jika memerlukan bantuan untuk menjadikan kampus terus berkembang.*
Artikel Terkait
Musyawarah Ranting Muhammadiyah Karya Baru Hasilkan Pengurus Baru Usia Muda U40
Mushola Zaadul Ilmi Ranting Muhammadiyah SriMulya Diresmikan, Wujud Semangat Wakaf dan Gotong Royong Warga
Jateng Kucurkan Rp347 Miliar untuk Penguatan Pendidikan Vokasi
Masih Ada Kesenjangan Akses Pendidikan di Desa dan Kota, Pemerataan Pendidikan Harus Jadi Perhatian Serius
Mbak Ita Imbau Aksi Bagi Takjil Tak Ganggu Kelancaran Lalu Lintas