Rembang, suarapembaruan.news – PT Semen Gresik terus mengoptimalkan implementasi Business Continuity Management System (BCMS) atau keberlanjutan sistem manajemen bisnis berdasarkan kerangka kerja ISO 22301:2019.
Baca Juga: SIG Tanam Lebih dari 500 Ribu Pohon di Lahan Pascatambang Pabrik Tuban
Pelaksanaan implementasi BCMS dimulai dari bulan Desember 2023 sampai Oktober 2024 yang diikuti oleh jajaran Komisaris dan Direksi PT Semen Gresik, sekaligus para karyawan dari seluruh unit kerja perusahaan.
Senior Manager of Legal & GRC PT Semen Gresik, Ahmad Jibril, menjelaskan, hal ini merupakan strategi dalam merespon suatu krisis maupun bencana untuk membangun ketahanan dalam membatasi dampak bencana, meminimalisir gangguan terhadap proses bisnis, memastikan layanan tetap berjalan, mengetahui hal yang harus dilakukan saat terjadi bencana, serta mempersingkat waktu pemulihan layanan yang terdampak.
“Proses awal penerapan BCMS dilaksanakan setelah pandemi Covid19 pada tahun 2021, sehingga perusahaan dapat tetap sustain hingga saat ini. Proses implementasi terus berjalan, sehingga penerapan BCMS di perusahaan semakin matang, “ungkap Jibril.
Sosialisasi implementasi dilaksanakan guna memberi pemahaman lebih mendalam terkait BCMS kepada karyawan Semen Gresik, untuk menghadapi situasi bencana serta mitigasi melalui cara penanganan yang akan dilakukan sesuai kerangka business continuity management berbasis ISO 22301:2019.
Baca Juga: Arus Kendaraan Melintas di GT Kalikangkung Diprediksi 463.127 Kendaraan, Naik 4,4 Persen Dibanding Tahun Lalu
“Harapannya penerapan implementasi di perusahaan bisa terencana dan terarah dengan baik. Sehingga mampu mendukung keberlanjutan operasional bisnis perusahaan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa implementasi BCMS ini sejalan dengan konsep risk management sebagai upaya preventif dalam menciptakan operasional perusahaan secara aman dan stabil.
Baca Juga: Banjir Lumpuhkan Jalur Kudus-Purwodadi, Genangi Juga Ruas Jalan Menuju Demak
“Dengan hal tersebut membuktikan bahwa PT Semen Gresik telah berupaya dalam pemenuhan kecukupan sistem dan infrastruktur yang mendukung implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG). Memastikan perusahaan dijalankan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab terhadap stakeholders seperti pemegang saham, karyawan, pelanggan, dan lingkungan,” pungkasnya.*
Artikel Terkait
Ini Terobosan SIG, Konversi BBM ke Gas Ramah Lingkungan pada Mesin Penggilingan di PT Semen Gresik
Binaan RB Rembang Semen Gresik, Arma Leather and Craft Berhasil Tembus Pasar China
Maksimalkan Pengelolaan Kanal Digital, Humas Semen Gresik Raih Silver Winner Kehumasan Terbaik di Ajang PRIA 2024
Luncurkan Hampers Berkah Produk UMKM Rembang, Semen Gresik Targetkan Tembus Pasar Ekspor, Penjualan Ditarget Rp500 Juta
Tekan Persebaran DBD di Wilayah Operasional, Semen Gresik Gelar Sosialisasikan Pencegahan dan Bersih Desa Tegaldowo Rembang