Surakarta, suarapembaruan.news - Selama berjalannya Operasi Keselamatan Candi 2024 di kota Solo, terdapat 2.001 pelanggar ketentuan lalu lintas dikenakan tilang.
Sebagian besar pelanggar lalu lintas ini adalah pengendara kendaraan roda dua.
Baca Juga: Mbak Ita Jadi Anggota Badan Pembina Harian Unimus, Ini Alasannya
Operasi Keselamatan Candi digelar selama 14 hari yang dimulai sejak tanggal 04 Maret dan berakhir pada 17 Maret 2024. Operasi tersebut menekankan pada ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.
“Untuk tindakan tilang, ada sebanyak 2.001 pelanggar dari target 2.000 penindakan tilang selama operasi keselamatan Candi 2024,” kata KBO Sat Lantas Polresta Surakarta Iptu Dewi mewakili Kasat Lantas, Kamis (21/3).
Iptu Dewi mengatakan, pelanggar aturan lalu lintas yang terjaring selama Operasi Keselamatan Candi 2024 ini didominasi pengendara kendaraan roda dua.
Baca Juga: Mbak Ita Dikukuhkan Jadi Anggota BPH Unimus
Jenis pelanggaran paling banyak adalah tidak memakai helm, tidak memasang spion kendaraan ,melawan arus lalu lintas dan melanggar rambu-rambu.
Selain itu, ada beberapa pelanggaran lain yang didapati selama operasi, seperti penggunaan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis atau knalpot brong, serta pengendara kendaraan masih di bawah umur.
Baca Juga: Video Kekerasan Beredar di Medsos, Kapendam Cenderawasih: Saat Ini Masih Konfirmasi
“Pengendara yang melakukan pelanggaran bervariatif, mulai dari unsur karyawan swasta, pelajar, hingga ASN (aparatur sipil negara),” kata Iptu Dewi.
Dihubungi secara terpisah Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Iwan Saktiadi, SIK.MH.MSi mengatakan bahwa selepas Operasi Keselamatan Candi 2024, jajaran Polresta Surakarta akan tetap mengintensifkan patroli dalam rangka menegakkan aturan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Masyarakat diharapkan selalu mematuhi aturan lalu lintas.
Baca Juga: Optimalkan Implementasi BCMS, Cara Semen Gresik Perkokoh Ketahanan Operasional Bisnis Perusahaan
“Selalu patuhi rambu-rambu, gunakan helm, dan jangan gunakan knalpot tidak standar. Perlu diingat, awal mula kecelakaan berawal dari pelanggaran lalu lintas,” pungkasnya.*
Artikel Terkait
Polda Jateng Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2024, Ini Sasaran Kegiatan Operasinya
Polda Jateng Canangkan Aksi Keselamatan Jalan, Kakorlantas Polri: Setiap 1 Jam 3 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2024, Upaya Polda Jateng Turunkan Kecelakaan di Jalan Raya Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
18.076 Pelanggar Ditilang, Pengendara Tanpa Helm dan Sabuk Pengaman Dominasi Pelanggaran Selama Operasi Keselamatan
Terjaring Tim Pemantauan Arus Lalu Lintas Operasi Keselamatan Polres Sragen, 50 Pemotor Ditilang