Jayapura,suarapembaruan.news<span;> - Beredar video viral aksi kekerasan pemukulan dan penyiksaan seorang warga sipil tak memakai baju yang telah berada dalam drum warna biru yang berisi air. Lalu dipukul, dislangin, ditendang dalam video yang berdurasi 16 menit tersebut. "Sadis,"kata Ketua Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Bernard Ramandey, Jumat (22/3/2024) siang, yang juga telah melihat video yang beredar tersebut.
Baca Juga: Ratusan Tenaga GTT dan PTT di Bengkulu Terima SK Gubernur Bengkulu
Dalam video tersebut yang terlihat ada ada 5 orang namun yang melakukan pemukulan 3 orang. Mereka yang terlihat adalah baju hijau sambil merokok melakukan 1 kali sikutan dan 1 pukulan.
Baju warna krem ber hoody melakukan 4 kali pemukulan slang air. Lalu seorang lagi berkata, "angkat muka monyong, angkat muka, angkat muka, angkat muka bangsat, anjing,"sambil melakukan 6 kali pukulan dan ada 1 kali tendangan dari seseorang yang menakai celana loreng.
Baca Juga: Arus Kendaraan Melintas di GT Kalikangkung Diprediksi 463.127 Kendaraan, Naik 4,4 Persen Dibanding Tahun Lalu
Tiba-tiba ada seseorang lagi memakai baju biru muda meminta kawan-kawan bersabar. "Eiii, gantian, gantian.Sabar dulu, sabar dulu, sabar dulu,"ujarnya.
Baca Juga: Optimalkan Implementasi BCMS, Cara Semen Gresik Perkokoh Ketahanan Operasional Bisnis Perusahaan
Frits mengatakan, mereka masih mendalami video tersebut. Proses pendalaman lebih pada kejadian kapan, dimana, siapa korban, nama siapa, satuan mana yang melakukan dan oknum-oknum pelaku siap, serta ini dalam kasus apa.
"Saya terus berkoorsinasi dengan pihak Kodam, kenapa saya berkoordibasi dengan Kodam karena sepintas kita melihat video itu ada atribut yang digunakan diduga mengarah ke satuan TNI. Misalnya ada seseorang yang menggunakan baju dengan tulisan 300 lalu ada sepakan yang terlhat dalam video menggunakan celana loreng. Itu menjadi bukti petunjuk bahwa kuat dugaan pelakunya dari oknum TNI,"ujarnya.
Baca Juga: Pertamina Salurkan Bantuan Bright Gas untuk Dapur Umum dan Bantuan Logistik kepada Warga Terdampak Banjir di Jawa Tengah
Diungkapkan kasus seperti ini sebaiknya diselesaikan secara cepat melalui satuan-satuan TNI juga Polri saja, tetapi Komnas sebagai lembaga negara yang independen harus terlibat secara aktif bisa selesaikan sebahai proses penghormatan kepada hak-hak asazi manusia.*
Artikel Terkait
Sinergisitas UMM-LLDikti-KORPRI Deklarasikan Kampus Bersih Narkoba dan Anti Kekerasan
Juru Bicara Komnas TPNPB-OPM: Gubernur Papua Diduga Diracun Jakarta
Penuntasan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Harus Jadi Perhatian Bersama
Cegah Paparan Kekerasan Daring, Atasi Kecanduan Gawai Pada Anak dengan Literasi Digital
OPM Minta Deklarasi Zona Damai di Tapal Batas RI-PNG Segera Digelar