Video Penyiksaan Seorang Warga Dalam Drum, Komnas HAM Papua: Sadis

Photo Author
Roberth Vanwi, Suara Pembaruan
- Jumat, 22 Maret 2024 | 11:10 WIB
Video seorang warga sipil berada dalam drum biru berisikan air dipukuli dan disiksa (Istimewa)
Video seorang warga sipil berada dalam drum biru berisikan air dipukuli dan disiksa (Istimewa)

Jayapura,suarapembaruan.news<span;> - Beredar video viral aksi kekerasan pemukulan dan penyiksaan seorang warga sipil tak memakai baju yang telah berada dalam drum warna biru yang berisi air. Lalu dipukul, dislangin, ditendang dalam video yang berdurasi 16 menit tersebut. "Sadis,"kata Ketua Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Bernard Ramandey, Jumat (22/3/2024) siang, yang juga telah melihat video yang beredar tersebut.

Baca Juga: Ratusan Tenaga GTT dan PTT di Bengkulu Terima SK Gubernur Bengkulu

Dalam video tersebut yang terlihat ada ada 5 orang namun yang melakukan pemukulan 3 orang. Mereka yang terlihat adalah baju hijau sambil merokok melakukan 1 kali sikutan dan 1 pukulan.

Baju warna krem ber hoody melakukan 4 kali pemukulan slang air. Lalu seorang lagi berkata, "angkat muka monyong, angkat muka, angkat muka, angkat muka bangsat, anjing,"sambil melakukan 6 kali pukulan  dan ada 1 kali tendangan dari seseorang yang menakai celana loreng.

Baca Juga: Arus Kendaraan Melintas di GT Kalikangkung Diprediksi 463.127 Kendaraan, Naik 4,4 Persen Dibanding Tahun Lalu

Tiba-tiba ada seseorang lagi memakai baju biru muda meminta kawan-kawan bersabar. "Eiii, gantian, gantian.Sabar dulu, sabar dulu, sabar dulu,"ujarnya.

Baca Juga: Optimalkan Implementasi BCMS, Cara Semen Gresik Perkokoh Ketahanan Operasional Bisnis Perusahaan


Frits mengatakan, mereka masih mendalami video tersebut. Proses pendalaman lebih pada kejadian kapan, dimana, siapa korban, nama siapa, satuan mana yang melakukan dan oknum-oknum pelaku siap, serta ini dalam kasus apa.

"Saya terus berkoorsinasi dengan pihak Kodam, kenapa saya berkoordibasi dengan Kodam karena sepintas kita melihat video itu ada atribut yang digunakan diduga mengarah ke satuan TNI. Misalnya ada seseorang yang menggunakan baju dengan tulisan 300 lalu ada sepakan yang terlhat dalam video menggunakan celana loreng. Itu menjadi bukti petunjuk bahwa kuat dugaan pelakunya dari oknum TNI,"ujarnya.
Baca Juga: Pertamina Salurkan Bantuan Bright Gas untuk Dapur Umum dan Bantuan Logistik kepada Warga Terdampak Banjir di Jawa Tengah


Diungkapkan kasus seperti ini sebaiknya diselesaikan secara cepat melalui satuan-satuan TNI juga Polri saja, tetapi Komnas sebagai lembaga negara yang independen harus terlibat secara aktif  bisa selesaikan sebahai proses penghormatan kepada hak-hak asazi manusia.*



Editor: Roberth Vanwi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simulasi OKD, Sigap Dalam Penanganan Kebencaanaan

Selasa, 24 September 2024 | 22:11 WIB

Gunung Bancak Terbakar, Damkar Tak Sanggup Tembus Sasaran

Minggu, 15 September 2024 | 09:00 WIB

Kebakaran di Area Pelabuhan Paotere Makassar

Senin, 26 Agustus 2024 | 21:43 WIB

Perahu Motor Berpenumpang Karam di Perairan Takalar

Minggu, 4 Agustus 2024 | 18:58 WIB

Dua Gadis Maros Ditelan Kolam Air Terjun Jami

Sabtu, 13 Juli 2024 | 16:02 WIB

Basarnas Cari Warga yang Melompat ke Sungai

Minggu, 28 April 2024 | 20:59 WIB

JK Serahkan Bantuan Korban Banjir Demak

Rabu, 20 Maret 2024 | 22:50 WIB
X