Perahu Motor Berpenumpang Karam di Perairan Takalar

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Minggu, 4 Agustus 2024 | 18:58 WIB
Kapal bermesin tempel karam (Illustrasi)
Kapal bermesin tempel karam (Illustrasi)

Takalar – Suarapembaruan.news. Perahu bermesin tempel (jolloro’) yang berpenumpang dari Pulau Sanrobengi yang akan menuju Dermaga Desa Boddia, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (4/8/2024) siang dilaporkan karam di perairan Takalar.

Jumlah seluruh penumpang belum diketahui karena tanpa manifest, siang itu mereka hendak kembali dari rekreasi di Sanrobengi menuju Boddia dengan menumpang jolloro’ (sebutan perahu motor tempel bagi warga lokal) namun dalam perjalanan diterpa ombak besar, perahu terbalik lalu karam.

Petugas Polair yang menerima informasi kecelakaan itu langsung melaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar dan laporan itu direspon cepat, Tim Basarnas langsung ke lokasi kejadian siang itu juga.

"Kami terima info kecelakaan kapal tenggelam dari Polair Takalar dan segera mengerahkan personel Basarnas menuju ke lokasi kejadian," ungkap Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar.

Menurut Arif, kapal yang mengangkut penumpang tersebut berlayar dari Sanrobengi ke pelabuhan Boddia Takalar. Namun saat di tengah perjalanan, kapal dihantam gelombang dan miring sebelum akhirnya tenggelam.

Penumpang langsung dievakuasi oleh perahu nelayan yang melintas, jumlah penumpang perahu motor itu tidak diketahui jelas karena tidak ada manifest penumpang sehingga menyukitkan identifikasi jumlah seluruh penumpang yang ada di atas kapal tersebut saat berlayar.

"Saat ini dari laporan tim kami di lapangan bahwa semua penumpang yang terlihat sudah dievakuasi, namun karena tidak ada manifest maka kami belum bisa memastikan kondisi seluruh penumpang," terang Arif Anwar.

Adapun beberapa penumpang dievakuasi ke pulau terdekat dari lokasi kejadian. Hingga saat ini pihak berwenang meminta seluruh penumpang yang dievakuasi agar dibawa ke Dermaga Boddie untuk menyamakan jumlah manifest yang sebenarnya.

"Hingga saat ini Tim Basarnas masih berada di lokasi untuk mengantisipasi masih adanya penumpang yang belum dievakuasi, " tambah Arif Anwar yang berharap tidak ada lagi penumpang yang belum dievakuasi.

Kabar kecelakaan itu cepat meluas sehingga sejumlah keluarga korban segera berdatangan di Boddia untuk menemui keluarganya yang berhasil dievakuasi, sembari mendata seluruh penumpang yang berada di kapal nahas tersebut.

Sanrobengi adalah pulau kecil di depan pantai Desa Boddia, masih dalam wilayah desa tersebut. Pulau di gugusan Spermonde, Selat Makassar, itu sering dikunjungi wisatawan, khususnya wisatawan lokal. Memiliki terumbu karang dan air yang jernih, tempat yang indah untuk snorkeling atau diving. (SP.news/MK Said)

 

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Simulasi OKD, Sigap Dalam Penanganan Kebencaanaan

Selasa, 24 September 2024 | 22:11 WIB

Gunung Bancak Terbakar, Damkar Tak Sanggup Tembus Sasaran

Minggu, 15 September 2024 | 09:00 WIB

Kebakaran di Area Pelabuhan Paotere Makassar

Senin, 26 Agustus 2024 | 21:43 WIB

Perahu Motor Berpenumpang Karam di Perairan Takalar

Minggu, 4 Agustus 2024 | 18:58 WIB

Dua Gadis Maros Ditelan Kolam Air Terjun Jami

Sabtu, 13 Juli 2024 | 16:02 WIB

Basarnas Cari Warga yang Melompat ke Sungai

Minggu, 28 April 2024 | 20:59 WIB

JK Serahkan Bantuan Korban Banjir Demak

Rabu, 20 Maret 2024 | 22:50 WIB
X