Korban Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Gowa – Suarapembaruan.news. Sebuah video memperlihatkan adegan perkelahian antarsiswa di salah satu SMP di Kabupaten Gowa, seorang siswa tampak tak sadarkan diri akibat menerima pukulan dan tendangan, adegan itu menjadi tontonan di dalam kelas, lalu direkam oleh salah satu siswa dan viral di media sosial dengan durasi 34 detik
Karena kejadian itu di dalam wilayahnya, kontan saja keesokan harinya, Kamis (29/8/2024) Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan segera bertindak, bersama Kapolres Gowa, AKBP RTS Simanjuntak dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufik Mursad langsung mengunjungi lokasi kejadian di SMPN 3 Sungguminasa, di Kecamatan Somba Opu.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengecek kebenaran terkait kasus perkelahian antar siswa di SMP Negeri 3 Sungguminasa. Semua pihak yang bersangkutan seperti korban (A), pelaku (Y) dan saksi (R) yang dianggap provokator, duduk bersama untuk mengecek kronologis kejadiannya.
"Saya bersama dengan Kapolres dan Kadis Pendidikan sengaja mendatangi SMP ini tiada lain untuk bisa melihat dan mendengar langsung terkait berita yang beredar sejak beberapa hari lalu hingga hari ini," kata Adnan usai pertemuan.
Pihaknya dalam kunjungan tersebut juga menemui pihak sekolah hingga keluarga korban.
"Kami langsung menemui kepala sekolah, guru BK dan juga siswa, baik korban, pelaku maupun yang dianggap provokator untuk berbicara dari hati ke hati. Kami didampingi juga ibu korban sekaligus berdiskusi dan mendengar langsung dari versi pelaku maupun korban," ungkap Bupati Gowa dua periode ini.
Adnan menyampaikan, setelah mendengar dari seluruh pihak, kronologis kejadian, perkelahian ini bermula dari aksi bercanda antara korban dan pelaku. Dari bercanda tersebut kemudian keluar kalimat "mau berkelahi?", sehingga terjadilah seperti berita yang beredar.
"Kejadian ini akumulasi bully sesamanya dan mereka berkelahi dan inilah yang memicu. Mungkin saat itu bercandanya keras dan ada kalimat keluar kau mau berkelahi. Sehingga si korban (A) ini menyampaikan ke saksi (R) bahwa saya mau berkelahi sama (Y) yang merupakan pelaku, korban dan pelaku pun janjian di dalam kelas," jelas orang nomor satu di Gowa itu.
Periksa Kesehatan
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Gowa membawa korban untuk diperiksa secara lengkap di RSUD Syekh Yusuf guna mengetahui kondisi tubuhnya secara keseluruhan.
"Hari ini korban akan kami bawa untuk dilakukan CT scan agar memastikan bahwa tidak ada masalah di tubuhnya dan terkonfirmasi dia sehat secara keseluruhan dan dilanjutkan ke proses selanjutnya, kemudian orang tua semua pihak bisa duduk bersama membicarakan untuk keberlanjutan dan keberlangsungan dari masing-masing anak tersebut," jelas Adnan.
Olehnya ia mengimbau kepada seluruh pihak, khususnya para guru dan pihak sekolah agar melakukan pengawasan sebaik mungkin agar kejadian serupa tidak terulang lagi..
"Pengawasan ditingkatkan, khususnya di jam istirahat sehingga tidak ada kejadian seperti ini. Kami juga berharap dari keluarga terdekat agar yang bersangkutan dibina di rumah tidak hanya di sekolah sehingga di satu sisi pemerintah meningkatkan pengawasan di sekolah dan di lain sisi pendampingan di rumah oleh keluarga juga ditingkatkan agar bisa mencetak SDM yang baik di masa yang akan datang," harap Bupati Adnan.