Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti keputusan Moody’s Investors Service yang tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, meski proyeksi atau outlook disesuaikan dari stabil menjadi negatif.Baca Juga: Faskes Go Digital! BPJS Kesehatan Semarang Ganjar Penghargaan Bintang 5 untuk Layanan JKN Makin Praktis
Menurut OJK, keputusan tersebut menunjukkan fondasi ekonomi nasional masih kuat. Stabilitas ini didukung pertumbuhan ekonomi yang konsisten, kebijakan makroekonomi yang disiplin, serta ketahanan sektor jasa keuangan di tengah tekanan dan ketidakpastian global. Moody’s juga menilai struktur ekonomi Indonesia cukup kokoh dengan dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Capaian ini memperlihatkan kemampuan ekonomi domestik menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meredam dampak gejolak global jangka pendek.Baca Juga: SDM Jadi Mesin Utama PGN 2026, Engagement Tembus 87% dan Digitalisasi Makin Ngebut
OJK memandang prospek ekonomi Indonesia tetap menjanjikan dan berkelanjutan, ditopang permintaan domestik yang solid, peran sektor keuangan yang stabil, serta reformasi struktural yang terus berjalan.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sembari mendukung pertumbuhan ekonomi. OJK akan menjalankan Program Prioritas 2026 dengan fokus pada prinsip kehati-hatian, penguatan daya tahan sektor keuangan, serta pendalaman pasar keuangan secara terukur.Baca Juga: Jossie dan Album Kedua: “We Don’t Lie Like A Referee”, Luapan Emosi dari Dua Dekade Perjalanan
Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan stabilitas tetap terjaga, memperluas pembiayaan program prioritas pemerintah, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor dan pelaku pasar.
Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK juga terus mempererat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait guna menciptakan kebijakan yang selaras, sehingga dukungan pembiayaan pembangunan jangka menengah dan panjang dapat semakin optimal.Baca Juga: Februari Istimewa di Meruorah Labuan Bajo: Perpaduan Budaya, Kuliner, dan Kehangatan Hati