Dengan mengandalkan kemampuan riset multidisiplin UGM, data lokal, serta talenta mahasiswa dan peneliti, pusat teknologi ini akan diarahkan menjadi pusat pengembangan AI terapan untuk berbagai sektor strategis.
Salah satu proyek awal yang dikembangkan adalah eNose-TB, teknologi screening berbasis AI untuk mendukung upaya penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.
Proyek lainnya adalah SmartAgri, yang memanfaatkan multimodal AI, edge computing, dan teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus ketahanan sektor pertanian di tengah tantangan iklim tropis.
Sementara Tech4Disaster dikembangkan sebagai platform AI geospasial untuk memperkuat kemampuan prediksi, mitigasi, serta penanganan bencana.
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan kampusnya berkomitmen mendukung pengembangan AI nasional melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Melalui UGM Indosat NVAITC, kami memperluas akses terhadap infrastruktur AI canggih dan keahlian global bagi para mahasiswa dan peneliti, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin di bidang strategis seperti kesehatan, pertanian, dan ketahanan bencana,” ujarnya.
AI untuk Kesehatan
Peneliti Utama Tim Riset eNose-TB UGM, Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, mengatakan keberadaan pusat teknologi tersebut dapat mempercepat pengembangan riset berbasis AI di Indonesia.
Menurut dia, dukungan infrastruktur dan keahlian berstandar global membuka peluang bagi peneliti untuk menghasilkan teknologi kesehatan yang lebih terjangkau dan mudah diakses masyarakat.
“Sebagai peneliti, kami percaya bahwa teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di dalam negeri. Melalui pusat teknologi ini, akses ke infrastruktur AI dan keahlian berstandar dunia akan membantu kami mempercepat riset,” katanya.
Peluncuran UGM Indosat NVAITC sekaligus menandai komitmen jangka panjang untuk memperkuat riset, pengembangan talenta, dan inovasi AI di Indonesia.
Kolaborasi tersebut telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari inisiasi tata kelola organisasi pada Juli 2025, penandatanganan Letter of Intent pada awal 2026, hingga peresmian pusat teknologi pada 13 Agustus 2026.
Kehadiran NVAITC diharapkan menjadi titik temu antara talenta nasional, teknologi global, dan kebutuhan lokal, sekaligus mempercepat lahirnya inovasi AI yang mampu menjawab persoalan strategis Indonesia.
Artikel Terkait
NATARU Tanpa Putus Sinyal: Indosat Perkuat Jaringan Berbasis AI di Jateng–DIY
Tukar Botol Jadi Pulsa, Indosat Gandeng POLINES Dorong Gerakan Pilah Sampah
Lonjakan Data Nataru Tembus Dua Digit, Indosat Andalkan AI Jaga Koneksi Tetap Stabil
Indosat, Adobe, dan Kemenekraf Buka Jalan Cuan Kreator, AI Jadi Senjata Baru Generasi Muda
Indosat Luncurkan Zankore, Bangun Raksasa Infrastruktur AI Asia Tenggara Berkapasitas 1 Gigawatt