UGM, Indosat, dan NVIDIA Buka Pusat AI, Bidik Terobosan Kesehatan hingga Mitigasi Bencana

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:56 WIB
UGM, Indosat, dan NVIDIA meresmikan pusat AI pertama berbasis universitas di Indonesia untuk mendorong riset dan inovasi teknologi.
UGM, Indosat, dan NVIDIA meresmikan pusat AI pertama berbasis universitas di Indonesia untuk mendorong riset dan inovasi teknologi.

Dengan mengandalkan kemampuan riset multidisiplin UGM, data lokal, serta talenta mahasiswa dan peneliti, pusat teknologi ini akan diarahkan menjadi pusat pengembangan AI terapan untuk berbagai sektor strategis.

Salah satu proyek awal yang dikembangkan adalah eNose-TB, teknologi screening berbasis AI untuk mendukung upaya penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.

Proyek lainnya adalah SmartAgri, yang memanfaatkan multimodal AI, edge computing, dan teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus ketahanan sektor pertanian di tengah tantangan iklim tropis.

Sementara Tech4Disaster dikembangkan sebagai platform AI geospasial untuk memperkuat kemampuan prediksi, mitigasi, serta penanganan bencana.

Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan kampusnya berkomitmen mendukung pengembangan AI nasional melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui UGM Indosat NVAITC, kami memperluas akses terhadap infrastruktur AI canggih dan keahlian global bagi para mahasiswa dan peneliti, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin di bidang strategis seperti kesehatan, pertanian, dan ketahanan bencana,” ujarnya.

AI untuk Kesehatan

Peneliti Utama Tim Riset eNose-TB UGM, Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, mengatakan keberadaan pusat teknologi tersebut dapat mempercepat pengembangan riset berbasis AI di Indonesia.

Menurut dia, dukungan infrastruktur dan keahlian berstandar global membuka peluang bagi peneliti untuk menghasilkan teknologi kesehatan yang lebih terjangkau dan mudah diakses masyarakat.

“Sebagai peneliti, kami percaya bahwa teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di dalam negeri. Melalui pusat teknologi ini, akses ke infrastruktur AI dan keahlian berstandar dunia akan membantu kami mempercepat riset,” katanya.

Peluncuran UGM Indosat NVAITC sekaligus menandai komitmen jangka panjang untuk memperkuat riset, pengembangan talenta, dan inovasi AI di Indonesia.

Kolaborasi tersebut telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari inisiasi tata kelola organisasi pada Juli 2025, penandatanganan Letter of Intent pada awal 2026, hingga peresmian pusat teknologi pada 13 Agustus 2026.

Kehadiran NVAITC diharapkan menjadi titik temu antara talenta nasional, teknologi global, dan kebutuhan lokal, sekaligus mempercepat lahirnya inovasi AI yang mampu menjawab persoalan strategis Indonesia.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

28 Tahun GMTD, Tumbuh Bersama Masyarakat

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:38 WIB
X