MR.D.I.Y. Tutup Program UMKM Tumbuh Bersama 2025 di Solo, Dorong UMKM Naik Kelas Berbasis Digital dan ESG

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 22 Desember 2025 | 18:46 WIB
Rika Juniaty Tanzil (kanan), CFO MR.D.I.Y. Indonesia, bersama Staf Ahli Wali Kota Surakarta Ir. Eko Nugroho Isbandijarso, M.Si., meninjau produk UMKM peserta Program UMKM Tumbuh Bersama 2025 di Solo.
Rika Juniaty Tanzil (kanan), CFO MR.D.I.Y. Indonesia, bersama Staf Ahli Wali Kota Surakarta Ir. Eko Nugroho Isbandijarso, M.Si., meninjau produk UMKM peserta Program UMKM Tumbuh Bersama 2025 di Solo.


Surakarta, SUARA PEMBARUAN – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) bersama Yayasan BEDO dan Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Surakarta resmi mengakhiri Program UMKM Tumbuh Bersama 2025.Baca Juga: Tim Universitas Malikussaleh Gerak Cepat Salurkan Bantuan ke Korban Banjir

Program kolaboratif yang berlangsung sejak Agustus hingga Desember ini menjadi wujud komitmen MR.D.I.Y. Indonesia dalam memperkuat UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Selama empat bulan pelaksanaan, ratusan pelaku UMKM mendapatkan pendampingan intensif mulai dari perencanaan bisnis, penguatan kapasitas digital, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), hingga penerapan prinsip usaha berkelanjutan berbasis Environment, Social, Governance (ESG).Baca Juga: Jalan Marga Sakti Sebelat, Bengkulu Utara Diperbaiki, Warga Gelar Syukuran

Antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan UMKM terhadap pembinaan terstruktur guna meningkatkan daya saing di tengah geliat ekonomi daerah.

Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, mengapresiasi partisipasi aktif UMKM di Surakarta, Sumatera Barat, dan Banyuwangi.Baca Juga: Ombudsman Bengkulu Terima Laporan Terbanyak dari Masyarakat Soal Pelayanan Publik

Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang baru melalui inovasi teknologi dan praktik bisnis berkelanjutan demi memperkuat ekonomi daerah.

Ketua Yayasan BEDO, Jeff Iskandarsjah, menilai program ini sebagai bukti kuatnya dampak kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan komunitas UMKM.Baca Juga: Peringati Hari Ibu ke-97, Perkuat Perempuan sebagai Agen Perubahan Pembangunan Bangsa

Menurutnya, semangat belajar dan keterbukaan UMKM Surakarta terhadap inovasi menjadi modal penting untuk tumbuh lebih tangguh dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Secara nasional, program ini melibatkan 316 UMKM, termasuk pelaku usaha penyandang disabilitas, dengan 109 peserta berasal dari Surakarta.Baca Juga: Peringati Hari Ibu ke-97, Perkuat Perempuan sebagai Agen Perubahan Pembangunan Bangsa

Dari jumlah tersebut, 150 UMKM mengikuti pelatihan lanjutan, 90 UMKM menyusun draf awal Laporan Keberlanjutan, serta mengalami peningkatan kemampuan dalam pemanfaatan teknologi dan pemahaman prinsip ESG.

Penutupan program turut dihadiri Staf Ahli Wali Kota Surakarta Bidang Keuangan dan Pembangunan Ir. Eko Nugroho Isbandijarso, M.Si., serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Surakarta Agung Riyadi.Baca Juga: Apindo - PMI Kerja Sama Saluran Bantuan Bencana di Sumatera dan Aceh

Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengapresiasi inisiatif ini karena dinilai mampu mendorong transformasi pola pikir UMKM agar lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan.

Rangkaian penutupan digelar selama dua hari dengan agenda presentasi capaian program, lokakarya penyusunan Sustainability Report bersama Global Reporting Initiative (GRI) Indonesia, serta sesi berbagi pengalaman dari UMKM terpilih yang merasakan langsung transformasi usahanya.Baca Juga: IDM Tetap Hadirkan Momen Spesial di Candi Prambanan Meski Tanpa Kembang Api



Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X