Pemerintah Siapkan Perluasan Program Magang Nasional Bergaji hingga 100 Ribu Peserta untuk Tekan Pengangguran Muda

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 06:33 WIB
Pemerintah berencana menambah kuota Program Magang Nasional Bergaji menjadi 100.000. (Dok Dinkes Bulungan)
Pemerintah berencana menambah kuota Program Magang Nasional Bergaji menjadi 100.000. (Dok Dinkes Bulungan)

 


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Wacana pemerintah mengenai Program Magang Nasional Bergaji kembali menjadi sorotan publik. Program ini digadang sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja muda, terutama bagi lulusan baru perguruan tinggi (fresh graduate).Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Program Magang Berbayar untuk Tekan Lonjakan Pekerja Informal

Pemerintah saat ini tengah mempertimbangkan perluasan kuota peserta hingga 100.000 orang, setelah pelaksanaan tahap pertama yang menargetkan 20.000 peserta selesai dievaluasi.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menjelaskan bahwa keputusan perluasan tersebut akan diambil berdasarkan hasil evaluasi dari tahap awal.Baca Juga: Tak Ada Kerugian Negara Menurut Audit BPKP, Hotman Paris Sebut Kasus Nadiem Makarim “Teraneh”

“Kita akan evaluasi dulu tahap pertama. Kalau cepat terpenuhi dan hasilnya baik, kita siapkan tambahan target hingga 100 ribu pemagang,” ujar Febrio dalam acara Media Gathering APBN 2026, Kamis (9/10/2025).

Program ini hadir sebagai respons atas tingginya tingkat pengangguran di kalangan anak muda Indonesia. Setiap tahunnya, sekitar 3,5 juta angkatan kerja baru masuk ke pasar tenaga kerja, dengan sebagian besar merupakan lulusan perguruan tinggi.

Melalui program magang nasional ini, peserta akan mendapatkan upah setara Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai wilayah masing-masing. Namun, perusahaan diperbolehkan memberi bayaran lebih tinggi apabila memungkinkan.Baca Juga: Berharap Bisa Diterapkan di Indonesia, Pelatihan Vokasi Perikanan di Dalian Ditutup

“Program ini bukan hanya memberi pengalaman kerja, tapi juga menjamin transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja dengan dukungan ekonomi yang layak,” jelas Febrio.

Lebih lanjut, Febrio menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada sektor formal. Sektor informal dan gig economy juga akan menjadi bagian dari sasaran program, mengingat banyaknya potensi ekonomi digital yang dapat menjadi wadah pengembangan generasi muda.Baca Juga: Pengajian Akbar dan Sembako Murah Pelajar di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu

“Walaupun informal, pekerjaan di gig economy kini justru banyak yang fleksibel dan berpenghasilan baik,” ujarnya.

Program Magang Nasional Bergaji menjadi salah satu agenda penting dalam Paket Ekonomi 8+4+5 Tahun 2025 yang diluncurkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Tahap pertama program ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi yang baru lulus dalam satu tahun terakhir, dengan masa magang selama enam bulan.Baca Juga: Pulang Salat Jumat di Masjid Baitul Izzah Bengkulu Anak Sekolah Bawa Beras dan Nasi Bungkus


Pendaftaran penyelenggara dan lowongan dibuka pada 1–7 Oktober 2025, sedangkan pendaftaran peserta berlangsung 7–12 Oktober 2025. Proses seleksi dijadwalkan pada 13–14 Oktober, dan hasilnya akan diumumkan 15 Oktober 2025 oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Pelaksanaan program akan berlangsung hingga 15 April 2026, dengan seluruh tahapan pendaftaran dilakukan melalui platform SIAPKerja di situs maganghub.kemnaker.go.id.Baca Juga: Pembangunan RSD Sungai Lemau Bengkulu Tengah Segera Rampung, Pemda Siapkan Belasan Dokter Spesialis
.
Untuk menjaga ketepatan sasaran, data peserta akan disesuaikan dengan basis data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) agar kualifikasi lulusan sejalan dengan kebutuhan industri.

Rencana penambahan kuota hingga 100 ribu peserta menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam mengatasi persoalan pengangguran muda. Namun demikian, publik berharap agar program ini tidak hanya memperluas angka partisipasi, tetapi juga memberikan dampak riil terhadap peningkatan kompetensi dan kesejahteraan peserta.Baca Juga: Food Destination Mal Ciputra Jakarta Hadir Kembali dengan Desain Modern dan Tenant Pilihan

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X