OJK Luncurkan Sistem Terpadu SI-GRC untuk Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 25 Juli 2025 | 10:11 WIB
Sophia Wattimena, Ketua Dewan Audit OJK
Sophia Wattimena, Ketua Dewan Audit OJK


Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat tata kelola internal dengan meluncurkan Sistem Informasi Governance, Risk, and Compliance (SI-GRC), sebuah platform digital terintegrasi yang dirancang untuk mendukung pengawasan sektor jasa keuangan melalui penguatan audit internal, manajemen risiko, pengendalian mutu, dan penegakan integritas.

Peluncuran SI-GRC dilakukan dalam acara Risk and Quality Officer (RQO) Forum 2025 yang berlangsung secara hybrid di Jakarta, mengangkat tema “Everything Everywhere All at Once: An Integrated Approach to GRC.”

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko, termasuk risiko siber, dalam menjaga stabilitas industri keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, SI-GRC akan menjadi alat penting untuk memastikan pengelolaan risiko yang menyeluruh dan terintegrasi dari seluruh satuan kerja di OJK.

“SI-GRC akan memperkuat proses pengawasan internal dan menjadi fondasi dalam mendukung ketahanan sistem keuangan nasional,” ujar Mahendra dalam sambutannya.

Mahendra juga menyampaikan bahwa Forum RQO menjadi momen strategis untuk meningkatkan peran para pimpinan satuan kerja dan RQO dalam membangun budaya tata kelola yang kuat, inovatif, dan responsif terhadap risiko.

Sophia Wattimena, Ketua Dewan Audit OJK, menambahkan bahwa pengembangan SI-GRC telah dimulai sejak sebelum 2019, menjawab kebutuhan akan sistem informasi yang efisien dan terintegrasi. Sebelumnya, sistem manajemen risiko dan pengendalian internal masih tersebar di berbagai satuan kerja tanpa keterpaduan.

“SI-GRC berhasil menyatukan berbagai sistem tersebut dalam satu platform terintegrasi, lengkap dengan dashboard interaktif yang menyajikan laporan risiko secara real-time, termasuk statistik insiden, mitigasi, IRU, dan pemantauan tindak lanjut CACM,” jelas Sophia.

Sebagai bagian dari forum, turut digelar diskusi panel yang menghadirkan Inspektur VI Itjen Kemenkeu, Dedhi Suharto, dan Deputi Direktur Pengembangan Aplikasi OJK, Adi Purwoko, untuk membahas peran teknologi dalam mendukung governance dan pengelolaan risiko di lembaga keuangan.

Melalui SI-GRC, OJK menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan efektivitas pengawasan, transparansi, serta kualitas pengambilan keputusan demi mendukung pertumbuhan sektor jasa keuangan yang stabil dan berkelanjutan.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X