Semarang, SUARA PEMBARUAN — Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 serta Bulan Literasi Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah mengadakan program Training of Trainers (ToT) yang ditujukan kepada para guru di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan ini berlangsung secara hybrid—menggabungkan partisipasi langsung dan daring—dan dipusatkan di Kantor OJK Jawa Tengah, dengan total peserta mencapai 3.673 guru.
ToT ini merupakan hasil kolaborasi antara OJK dengan Dinas Pendidikan serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan DIY, yang mengusung tema “Guru Tangguh, Pendidikan Tumbuh Menyongsong Jawa Tengah dan Jogjakarta Maju”.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para guru sebagai agen literasi keuangan agar mampu menanamkan pemahaman finansial yang bijak kepada peserta didik maupun rekan sejawat.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis oleh OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat literasi keuangan nasional meningkat menjadi 66,46 persen. Namun, angka literasi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa tercatat masih lebih rendah, yakni 61,76 persen.
“Peran guru sangat strategis sebagai duta literasi keuangan. Tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak, tapi juga menyebarkan pemahaman tersebut kepada siswa dan rekan-rekan guru lainnya,” ujar Hidayat.
Ia juga mengimbau para guru untuk bijak dalam menggunakan layanan keuangan, memahami risiko investasi ilegal, serta mengenali hak-hak konsumen di sektor jasa keuangan demi kesejahteraan dan perlindungan dari kejahatan digital.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Nasikin, mengapresiasi inisiatif OJK.
Menurutnya, pelatihan ini sangat penting untuk menambah bekal para guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
“Peran guru itu vital dan tidak tergantikan. Tanpa bekal pengetahuan yang cukup, kita tidak akan mampu mengawal pendidikan dengan baik,” ujarnya.
Bersamaan dengan pelaksanaan ToT, juga diluncurkan kegiatan “Kick Off Investment Competition”, sebuah kompetisi pasar modal tingkat SMA/sederajat se-Jawa Tengah dan DIY yang diselenggarakan oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2025.
Kompetisi ini bertujuan mengenalkan pasar modal sejak dini kepada pelajar, yang mencakup rangkaian kegiatan seperti stocklab competition, virtual trading, hingga cerdas cermat pasar modal. Kompetisi ini akan berlangsung dari Mei hingga Agustus 2025.
Dengan penyelenggaraan ToT dan Investment Competition ini, OJK Jawa Tengah berharap dapat memperkuat peran pendidikan dalam mendorong literasi keuangan, serta membentuk generasi muda yang cakap dan waspada terhadap dinamika sektor keuangan nasional.*
Artikel Terkait
OJK Jateng Optimalisasi Akses Keuangan Ekosistem Sektor Pertanian
OJK: Literasi Aset Kripto Penting untuk Cegah Manipulasi Pasar
Anggota Dewan Komisioner OJK Ogi Prastomiyono: Kantor OJK Harus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Gubernur Helmi Hasan Pimpin RUPS Luar Biasa, Calon Pimpinan Bank Bengkulu Diajukan ke OJK
Literasi dan Inklusi Keuangan Meningkat, OJK dan BPS Rilis Hasil SNLIK 2025