tokoh

Dari Amanah Ilmu hingga Visi Global: Transformasi Universitas Pekalongan di Bawah Kepemimpinan Dr. Andi Kushermanto

Kamis, 23 Oktober 2025 | 06:53 WIB
Rektor Universitas Pekalongan (Unikal) Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M

 

Di balik meja yang sederhana di dalam ruang kerjanya, Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M, menyimpan sebuah keyakinan yang ia pegang sejak kecil. Bagi Rektor Universitas Pekalongan ini, Ilmu, bukan sekadar gelar akademik. Ilmu adalah cahaya sejati yang harus dibagikan agar tidak menjadi beban.

“Ilmu itu amanah. Kalau hanya disimpan, ia jadi beban. Tapi kalau dibagikan, ia jadi cahaya,” ujarnya dengan nada mantap, mengulang pesan yang selalu ia genggam sejak dipercaya menakhodai kampus rakyat ini.


Pandangan tersebut tak sebatas menjadi kata-kata bijak semata. Pria murah senyum ini menurunkannya dalam model kepemimpinan yang humanis, membangun budaya akademik inklusif, dan memastikan kampus menjadi rumah bersama, tempat setiap sivitas akademika mampu tumbuh, berkarya, dan berkontribusi.Baca Juga: Immoderma Gaungkan Kampanye Cantik dari Hati, Seimbangkan Kecantikan, Kesehatan, dan Kebahagiaan


Sebelum menduduki kursi rektor, Andi telah melalui jenjang karir yang cukup panjang. Sederat jabatan telah diembannya. Antara lain Staff Penunjang Kelompok Kegiatan LPPM (2000-2003), Pjs. Kepala Laboratorium Komputer Fakultas Ekonomi (2004-2005) Sekretaris LPPM (2008-2009), dan Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi (2005-2009).


Berkat prestasi dalam bekerja, lulusan Doktor Ekonomi Universitas Diponegoro ini lantas dipercaya sebagai Wakil Rektor II pada 2010. Jabatan ini diembannya selama tiga periode. Akhirnya pada tahun 2022, Andi mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Pekalongan.Baca Juga: Polda Papua Gelar Aksi Donor Darah: Setetes Darah, Sejuta Harapan untuk HUT Humas Polri ke-74


Sederet pengalaman itulah yang membentuk sudut pandangnya bahwa kepemimpinan di dunia akademik bukan hanya soal jabatan, melainkan amanah untuk melayani. “Seorang rektor tidak cukup hanya jadi pengambil keputusan. Ia harus jadi teladan, membangun budaya integritas, keterbukaan, dan kerja sama,” katanya menegaskan.


Mengawal Mutu
Di bawah kepemimpinan Andi, Unikal terus memperkuat roadmap pengembangan SDM (sumber daya manusia). Dosen didorong untuk studi lanjut, meningkatkan jabatan fungsional akademik hingga level profesor, meningkatkan kapasitas penelitian, dan terus memperluas pengabdian kepada masyarakat.Baca Juga: Mindfulness untuk Ibu, Dorong Kesehatan Mental Lewat Seminar Self-Healing


“Kami ingin dosen bukan hanya berkembang secara individu, tapi juga jadi motor penggerak mutu akademik dan inovasi,” jelasnya.


Transformasi juga hadir dalam kurikulum berbasis OutcomeBased Education (OBE). Lalu dipadukan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kini, melalui platform Kampus Berdampak, mahasiswa diarahkan agar tidak sekadar belajar teori semata, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap masyarakat.Baca Juga: Buka Suara Soal Pemecatan, Alex Pastoor : “Kami Sudah Mati-matian, Tapi Ternyata Belum Cukup”


Di samping itu, Unikal secara aktif memperkuat posisinya di kancah nasional dan internasional. Salah satunya melalui kerjasama bidang penelitian, pengabdian masyarakat, pertukaran akademik, dan berbagai kegiatan lainnya.


“Kerjasama ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan dosen, mendorong jaringan akademik internasional, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan,” Andi menjelaskan.Baca Juga: Operasi Pencarian Kapal Ambulance yang Hilang di Selat Makassar Dihentikan


Sampai saat ini, Unikal telah menjalin kemitraan dengan banyak perguruan tinggi dari berbagai negara yang tersebar Asia, Eropa, hingga Amerika. Antara lain Wuhan City Polytechnic (China), Capiz State University (Filipina), Universiti Brunei Darussalam (Brunei), Lincoln University (Malaysia), dan banyak lagi, menegaskan komitmennya menjadi universitas berdaya saing global.


Eksistensi Unikal makin bersinar setelah berhasil meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)yang menunjukkan kemampuannya dalam mengelola tata kelola, proses akademik, dan luaran tri dharma perguruan tinggi.Baca Juga: Dana TKD Dipangkas Ratusan Miliar, Pemprov Bengkulu Kaji Kurangi Hari Kerja ASN


Unikal juga memiliki 11 Program Studi yang terakreditasi Baik Sekali, 2 Prodi terakreditasi B, 1 prodi terakreditasi Baik dan 4 prodi yang terakreditasi Unggul, yaitu prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Ilmu Keperawatan, Prodi Teknik Konstruksi dan profesi NERS.

Halaman:

Tags

Terkini