seni-budaya

Nguber Drummer Street Jam Goes to Malioboro penuh Suka-cita

Sabtu, 18 Januari 2025 | 20:38 WIB
Nguber Drummer Street Jam Goes to Malioboro yang digelar Sabtu (18/01/2025). (SPnews/Anton LA)

 

 

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Nguber Drummer Street Jam Goes to Malioboro yang digelar Sabtu (18/01/2025) berlokasi di depan pintu barat Kepatihan Malioboro telah menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat seni maupun penikmatnya.

Mengundang para drummer dan musisi untuk berkolaborasi dalam sebuah street jam yang penuh energi. Dengan tagline “Jamming Bareng Drummer dan Musisi di Malioboro”,  mereka yang tidak secara sengaja melintas di Malioboro pun ikut terlibat dan berkesempatan unjuk gigi dalam menggebrak drum. Spontan tapi indah dan penuh kekeluargaan.

Dua host ternama, Yandi Andaputra dan Bowie Champa Aditya Wibowo, menjadi daya tarik khsusus dalam perjumpaan ini dan menjadi motor dari peristiwa kreatif ini. Keduanya dikenal sebagai figur yang akrab di dunia musik, khususnya di komunitas drummer.

Nguber Drummer Street Jam Goes to Malioboro, tidak hanya menyaksikan penampilan para drummer dan Musisi asal Yogya seperti Andra Fareza (gitar), Dhani Eryawan (Gitar), Paulus Neo (Keyboard) dan Kakung Triad Mojo (vocal).

Yandi Andaputra mengungkapkan, Nguber Drummer merupakan aktivasi sosial dan singkatan dari ngulik Bersama. Pertama dilakukan pada tahun 2022, dengan tujuan mengumpulkan drummer- dari seluruh Indonesia  dalam satu wadah, yaitu Nguber Drummer.

“Kita belajar, biasanya kita belajar dengan drummer-drummer nasional, drummer-drummer Indonesia kita kumpulkan untuk belajar bersama dalam satu tempat.  Dalam Nguber Drummer ada beberapa aktifasi, ada Nguber Street Jam yang seperti ini yang hari ini,” ungkapnya.

Bowie pun menambahkan, Nguber Street Jam digelar di pinggir  Jalan Malioboro, dengan berkolaborasi dengan musisi-musisi Yogyakarta, juga drummer yang ada di Yogyakarta baik itu anak usia 5 tahun, bahkan ada sampai dewasa.

“Nah, biasanya Drummer Clinic adalah masterclass di dalam satu ruangan. Konsep Nguber Drummer ini, menjadi street academy. Yang muncul di era pandemi Covid-19. Gak seru nih kalau lewat online terus nih, Zoom, Skype, terus apa lagi, meeting Google Meet. Maka kami berinisiasi, dan membuat agar Jakarta bukan menjadi sentris,” papar Bowie.

Mereka berdua meyakini bahwa di daerah banyak talent, undiscovered talent yang keren-keren.

“Terjadilah Nguber Drammer ini, terus yang tadi klinik menjadi street jam." papar Bowie.

Mereka berdua memiliki misi, yang pertama bahwa profesi musisi, main musik,  bisa hidup khsusunya drummer. Kedua,  mereka ingin menghilangkan kebiasaan gen Z yang semuanya lekat dengan gadget. Dengan drum, berlatihan dan fokus dan terus melantih sensor motorik, yang sangat mempengaruhi kekecerdasan. Yang terakhir, adalah ingin membuat regenerasi musisi Indonesia sehat. (SPnews-Anton LA)

 

 

Tags

Terkini