seni-budaya

Diponegoro Hero Film AI Sejarah Kepahlawanan Bangsa Karya Anak Bangsa

Jumat, 7 November 2025 | 22:20 WIB
Film AI Sejarah pertama Diponegoro Hero (PAL)

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN- Menyaksikan kelahiran sebuah karya sinema yang menghadirkan kembali ketokohan Pangeran Diponegoro dengan cara yang revolusioner. Sebuah momentum istimewa pada Senin, 10 November mendatang, bertempat di Umbul Giwangan, Taman Budaya Yogyakarta Film berdurasi 35 menit ini merupakan hasil kolaborasi antara King Bagus seorang AI Film Maker dan trah Pangeran Diponegoro, menghadirkan sang pahlawan nasional dalam visual yang tak kalah memukau dengan film film konvensional berkat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

King Bagus, kreator di balik proyek ambisius ini, menyatakan bahwa film ini lahir dari tekad untuk menghadirkan keteladanan Diponegoro kepada generasi modern. "Kami ingin menyajikan nilai-nilai kepahlawanan Diponegoro dalam kemasan yang relevan dengan zaman sekarang, tanpa mengorbankan akurasi sejarah," ujarnya dengan semangat.

Proses kreatif pembuatan film ini menempuh jalan penuh tantangan. Film berdurasi 35 menit ini digarap oleh tim kreatif yang dipimpin oleh King Bagus melalui platform U Sky AI Film, sebuah layanan streaming berbasis AI yang tengah dikembangkan. Tim produksi harus memastikan setiap detail visual sesuai dengan fakta historis, termasuk dalam penggambaran fisik Pangeran Diponegoro dan tokoh-tokoh pendukungnya. Bahkan untuk karakter Hamengkubuwono I, tim melakukan revisi berulang ulang secara mendalam untuk menyesuaikan dengan deskripsi sejarah yang menyebutkan postur tubuhnya yang tegap dan berwibawa.

Film ini dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence dan ditayangkan perdana pada 14 Agustus lalu di bioskop Nine Park, Jakarta. Antusiasme penonton luar biasa, antrian mengular, rasa penasaran tinggi. Bagas memprediksi bahwa dalam dua tahun ke depan, bioskop akan menawarkan dua opsi: film konvensional seharga Rp50.000 dan film AI seharga Rp15.000. “Itu bukan mimpi. Itu mungkin,” tegasnya.  Sebagai perbandingan, ia menyebutkan bahwa film konvensional seperti “Play Setan” yang digarap pada Februari lalu menghabiskan biaya produksi hingga Rp7 miliar, melibatkan 18 departemen dan 120 kru. Sementara film AI “Diponegoro Hero” hanya membutuhkan kurang dari Rp40 juta untuk durasi 35 menit. “Kalau durasinya satu setengah jam, mungkin hanya Rp100 juta. Efisiensinya luar biasa,” ungkapnya.

Dengan memanfaatkan teknologi AI, film yang biasanya membutuhkan anggaran puluhan miliar dan waktu produksi bertahun-tahun, bisa diwujudkan dengan biaya yang jauh lebih efisien dan waktu pengerjaan yang lebih singkat. "Ini membuktikan bahwa inovasi teknologi bisa menjadi jalan untuk melestarikan warisan budaya dengan lebih efektif," tegas King Bagus.

Proyek ini turut melahirkan ajang penghargaan New Sky AI Film Award, yang menjadi kompetisi pertama di Indonesia untuk film berbasis AI. Lebih dari seratus peserta telah mendaftar, termasuk finalis dari berbagai negara. Salah satunya adalah Soegi Mitro seorang finalis AI Film Maker Internasional, yang akan menjadi pemateri dalam sesi pelatihan AI Creator pada hari Senin mendatang.

Perang Jawa yang berlangsung selama lima tahun dan menjadi salah satu konflik paling merugikan bagi kolonial Belanda. Strategi gerilya Diponegoro bahkan menjadi inspirasi bagi Panglima Besar Jenderal Sudirman serta perjuangan Vietnam melawan Amerika Serikat. “Strateginya ditiru oleh negara lain. Anak muda harus tahu hal ini bahwa kita memiliki sosok luar biasa yang diakui dunia,” tambah King Bagus.

Film ini tidak hanya sekadar tayangan historis, tetapi juga representasi semangat perjuangan yang diwariskan Pangeran Diponegoro. Setiap adegan dirancang untuk menyampaikan pesan kepahlawanan, keteguhan prinsip, dan kecintaan pada tanah air yang menjadi ciri khas perjuangan sang pangeran.

Dukungan dari trah Pangeran Diponegoro melalui Patrapadi memberikan landasan kuat bagi akurasi historis film ini. "Ini bukan sekadar proyek film, tetapi bagian dari misi pelestarian warisan leluhur," kata Rahadi Saptata Abra, Ketua Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patrapadi), Jumat (07/11/2025) menjelaskan bahwa selain pelatihan, Yogyakarta juga akan menjadi saksi peluncuran film berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) bertema perjuangan Pangeran Diponegoro.

King Bagus berharap film ini bisa menginspirasi generasi muda untuk mengenal dan meneladani nilai-nilai kepahlawanan Diponegoro. "Melalui teknologi terkini, kami ingin menyampaikan pesan yang abadi: semangat perjuangan dan cinta tanah air harus tetap hidup di setiap generasi, dari Tontonan, menjadi Tuntunan untuk membangun Tatanan" pungkasnya. Kehadiran film ini menandai babak baru dalam dunia sinema Indonesia, di mana teknologi dan warisan budaya bersatu untuk menciptakan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan menginspirasi.

Tags

Terkini