seni-budaya

Jejak Padri dan Pembentukan Identitas Mandailing di Tengah Gelombang Sejarah (Bagian III)

Minggu, 2 November 2025 | 08:51 WIB

Sejarah mengajarkan bahwa identitas sejati tidak dibangun dari pertentangan, melainkan dari kemampuan untuk berdialog dengan masa lalu. Mandailing menemukan dirinya bukan di antara dua kutub yang bertentangan, tetapi dalam titik keseimbangan di mana adat menjadi jalan bagi syariat untuk hidup, dan syariat memberi makna bagi adat agar tidak kehilangan arah.

 “Di antara hamparan sejarah,” tulis seorang ulama tua Mandailing, “Islam tidak datang untuk menghapus adat, tetapi untuk meneranginya.”

Dan di sanalah Mandailing berdiri hari ini — di antara warisan Padri dan kearifan leluhur — sebagai saksi bahwa iman dan kebudayaan dapat bersatu, membentuk identitas yang kokoh di tengah gelombang zaman.

 

 

Halaman:

Tags

Terkini