Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Pindah Lokasi

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Jumat, 16 Februari 2024 | 22:20 WIB
Penyelenggraan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta tahun lalu. (SPnews-Fuska Sani Evani)
Penyelenggraan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta tahun lalu. (SPnews-Fuska Sani Evani)

Yogyakarta, suarapembaruan.news – Lokasi penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) tahun 2024 ini pindah tempat, jika sebelumnya selalu berada di Kampung Pecinan atau Ketandan, tahun ini ekan digelar di bangunan Perkumpulan Budi Abadi di Bintaran Wetan kota Yogyakarta.

Koordinator Bidang Acara PBTY 2024, Subekti membenarkan kalau perubahan pada waktu dan tempat pelaksanaan PBTY ke-19 kali ini dikarenakan bertepatan dengan penyelenggaraan Pemilu.

Baca Juga: 390 Petugas Gabungan TNI-Polri Amankan Pemungutan suara ulang di 26 TPS dan Pemungutan Suara Susulan di 114 TPS

Acara tahunan ini selalu digelar antara perayaan Imlek hingga puncaknya di perayaan Cap Go Meh, namun karena tahun ini berdekatan dengan pelaksanaan Pemilu, maka waktu penyelenggaraan PBTY dilakukan pada tanggal 4-10 Maret 2024 demikian juga dengan lokasinya, yakitu di bangunan Perkumpulan Budi Abadi di Bintaran Wetan.

“Alasan utamanya karena adanya pesta demokrasi, dari pada tumpeng tindih, kami memilih untuk diundur,” jelasnya.

Soal tema PBTY 2024, Bekti juga menjelaskan, panitia mengangkat tema ‘Lestari Budaya bagi Negeri’. Meski secara keseluruhan penyelenggaraan PBTY 2024 masih ada kesamaan dengan tahun-tahun sebelumnya, namun untuk tahun ini, muatan edukasi akan lebih banyak.

Baca Juga: Tim Gegana Brimob Evakuasi Penemuan Mortir di Sawah

“Tahun ini kita perbanyak edukasinya. Jadi, kita mau ada enam ruangan yang dibikin seperti museum dan ruang pameran. Jadi nanti banyak hal-hal terkait kebudayaan Tionghoa yang kita sampaikan melalui acara ini kepada masyarakat. Contoh bentuk edukasinya, akan ada sarasehan, yang salah satu temanya membahas batik Peranakan,” ungkapnya.

Sementara, ruang-ruang pamer juga akan menampilkan budaya-budaya Tionghoa yang belum banyak dikenal masyarakat, seperti barongsai dari masa ke masa, meja sembahyang beserta isinya, dan masih banyak budaya lainnya. Selain menampilkan melalui PBTY 2024, edukasi budaya Tionghoa ini juga akan disebarluaskan melalui media sosial.

Baca Juga: Cegah Paparan Kekerasan Daring, Atasi Kecanduan Gawai Pada Anak dengan Literasi Digital

Terpisah,  Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi juga menjelaskan, PBTY merupakan agenda tahunan di DIY yang levelnya sudah nasional, bahkan internasional, bahkan menjadi salah satu event unggul dan prioritas di DIY. Untuk itu, Pemda DIY sangat mengapresiasi upaya edukasi budaya yang dilakukan melalui PBTY 2024, juga menjadi momen penting untuk semakin menguatkan identitas budaya Yogyakarta.

“Mungkin selama ini masyarakat mengenal PBPT hanya pasar malamnya saja, sehingga melalui PBRY tahun ini kita bisa eksplor lebih jauh lagi bagaimana budaya peranakan Tionghoa Mataram. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, Ngarsa Dalem juga menyatakan dukungannya pada penyelenggaraan PBTY tahun ini,” ucapnya. (*)

 

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X