Saemen Fest 2025 Kolaborasi Antara Legend dan Andalan Baru Siap Guncang Yogyakarta

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 23:48 WIB
Konpres Saemen 2025 (Philipus Anton)
Konpres Saemen 2025 (Philipus Anton)

YOGYAKARTA, Suara Pembaruan–Warung Maknani di LIB, Yogyakarta, tempat Konferensi Pers Saemen Fest 2025, dibuka dengan nuansa yang intim, seolah mengisyaratkan bahwa festival ini bukan hanya tentang hiruk-pikuk, tetapi tentang cerita dan harmoni yang terangkai dari masa lalu ke masa kini.

Setelah sukses mengguncang dengan kolaborasi legendaris FSTVLST dan The Adams tahun lalu, Saemen Fest 2025 kembali mengangkat tema kolaborasi distorsi dalam harmoni dengan skala yang lebih besar dan dalam yang lebih menusuk.

Sorotan utama konferensi pers ini adalah kehadiran dua sosok "mitos" dalam dunia musik alternatif Indonesia: Sirin Farid Stevy yang mewakili Jenny dan Yossy Herman Susilo dari Majelis Lidah Berduri (dulu Melancholic Bitch).

Jenny, band legendaris yang mati suri, secara resmi bangkit dari kuburnya untuk bereinkarnasi di panggung Saemen Fest. Band yang awalnya terbentuk untuk mengisi malam keakraban kampus ASRI (sekarang ISI) ini akan kembali membawakan lagu-lagunya untuk dinikmati oleh pendengar lama dan generasi baru. Yang membuatnya semakin istimewa, Jenny dikonfirmasi akan berkolaborasi langsung dengan Majelis Lidah Berduri. Kolaborasi dua "band mitos" ini menjadi highlight yang berhasil menghentak para penggemar dan menjawab semua desas-desus yang beredar.

Tidak kalah menggemparkan, The Kick, band suburban rock asal Kotagede, mendeklarasikan kolaborasi perdana mereka dengan Morfem, band alternative rock ternama dari Jakarta. Aji Wibowo (Jiwe), vokalis The Kick, menegaskan bahwa ini adalah momen bersejarah bagi mereka untuk "mengeluarkan taring" dan menunjukkan kualitas musisi lokal Yogyakarta di kancah yang lebih luas.

Bersamaan dengan konferensi pers, Saemen Fest secara resmi mengumumkan line up final mereka. Dua nama besar, Hindia dan Feast, yang diusung oleh personel yang sama, Daniel Baskara Putra, akan menjadi ujung tombak penutup festival. Kehadiran Hindia dan Feast diyakini dapat menyatukan beragam generasi penikmat musik dengan basis massa yang loyal dan lirik-liriknya yang tajam.

Gelaran tahun ini akan menampilkan dua panggung: Echo Stage sebagai panggung utama dan Imba Space (kolaborasi dengan Simak Siar) sebagai wadah diskusi dan sharing session tentang industri musik. Selain nama-nama besar di atas, panggung Saemen Fest 2025 juga akan diramaikan oleh energi agresif 510 yang memadukan post-hardcore dan rock alternatif, serta magisnya lagu-lagu Vierratale yang siap menyihir penonton untuk bernyanyi bersama.

Perilisan line up final ditandai dengan ritual simbolis pengenaan blangkon oleh para perwakilan artis, melambangkan penyatuan semangat dan budaya Yogyakarta. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk meluncurkan merchandise resmi Saemen Fest 2025 yang didesain secara eksklusif bersama Sirin Farid Stevy.

Gerfian Riandra, Festival Director, menegaskan komitmen Saemen Fest untuk selalu memberikan pengalaman audio terbaik. Nama "Saemen" sendiri, yang berasal dari bahasa Jawa 'sae' (baik) dan 'men' (sekali/banget), menjadi filosofi dasar festival ini: memulai dari hal-hal baik untuk menciptakan dampak positif yang eksplosif bagi semua pihak yang terlibat.

Saemen Fest 2025 siap mengguncang Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada 14 Desember 2025. Siap-siap untuk menyaksikan sejarah kolaborasi dan lahirnya energi baru dalam belantika musik Indonesia.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X