Video Klip Dan Film Pendek Tandai Rilis Perdana Album SMARAI

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 19:09 WIB
Personil SMARAI . (Ist)
Personil SMARAI . (Ist)

YOGYAKARTA, SUARA PEMBARUAN- Sebuah band lokal asli Yogyakarta siap menyemarakan blantika musik tanah air. Bergenre musik pop dengan vibes antara Noah dan SO7.
Digawangi oleh Dedy Riyono (Dhedot) vokalis, Agib Tanjung basis, Bagoes Kresnawan drummer , Sasi Kirono gitaris, dan Aza Ardito keybordis.

Pencipta lagu yang juga Vokalis SMARAI adalah drummer Letto sehingga lirik yang dalam menjadi sebuah kekhasan grup band ini. Dua drummer sekaligus dua produser musik berada di SMARAI.
Sehingga tak cuma cuma rilis album perdana, video klip dan juga film pendek turut meluncur dalam rilisan ini.

Lagu 'Ajari Aku' ditempatkan sebagai single pertama dalam susunan album perdana mereka.
Lagu ini juga bentuk perkenalan SMARAI pada publik sebagai grup band baru di Indonesia.
"Pesan utama lagu Ajari Aku adalah, ayo move on! Agar kita dapat melanjutkan masa depan tanpa harus terus dihantui bayang-bayang masa lalu," kata Dhedot mengawali.
Untuk proses pengerjaannya, lagu 'Ajari Aku' direkam seluruhnya di Satrio Piningit Studio. Dibantu oleh Abraham Mico (Pleasure Seekers) sebagai teknisi suara (sound engineer) dan Sasi Kirono sebagai penyelaras suara (mixing-mastering). Sedangkan untuk artwork single, dikerjakan oleh Satriya Anggun (Tembang Gula).

SMARAI punya keunikan yang mungkin jarang ada di grup band lain. Dari lima personel, siapa sangka di dalamnya terdapat dua drummer sekaligus. Sosok yang pertama adalah drummer dari Letto, sedangkan satu lagi seorang drummer yang kesehariannya berprofesi sebagai
film director. Mereka adalah Dhedot dan Bagoes Kresnawan. Tak cuma drummer saja, SMARAI juga memiliki dua produser musik, yaitu Sasi Kirono dan Aza Ardito. Sisanya juga tak kalah unik, yakni Agib Tanjung, seorang session player banyak musisi sekaligus jurnalis. Diakui Bagoes Kresnawan, SMARAI punya nilai jual dan daya tarik soal background para personelnya tersebut. Fakta menariknya, Bagoes Kresnawan, Agib Tanjung, dan Dhedot sudah bersahabat selama lebih
kurang 20 tahun.

"Tapi memang di SMARAI ini, kadang-kadang aku lupa kalau Dhedot itu drummer dari grup band top di Indonesia. Dan kayaknya aku tuh nggak bisa kalau nggak nge-band kalau bassisnya bukan Agib, karena selama ini ya proyek-proyek musikku yang ngebass pasti Agib," ujar Bagoes Kresnawan. Dhedot sebagai pencipta lagu sekaligus penyanyi utama. Diakuinya bahwa sejak dulu ia memang kerap bernyanyi dan membuat lagu sendiri. Dari hobinya bernyanyi itulah yang kemudian membuatnya terpacu untuk membentuk proyek baru di luar Letto. "Semudah kita genjrengan gitar sendiri di rumah, lalu menemukan notasi enak, lalu jadilah lagu demi lagu. Dan setelah aku pikir-pikir, sayang ketika draft lagu-lagu ini tidak terpakai," ujarnya.

Terbentuknya SMARAI juga bukan suatu kebetulan. Persahabatan Dhedot dan Agib Tanjung yang sudah terjalin selama puluhan tahun akhirnya menyepakati munculnya grup band ini. "Pertengahan tahun 2023, aku dan Agib sepakat untuk mewujudkan gagasan kami 10 tahun lalu, yaitu bermain musik bersama dalam satu grup. Kami mengambil keputusan bahwa dalam grup ini aku tidak akan bermain drum seperti di Letto," papar Dhedot.

Berbekal konsep tersebut, Dhedot dan Agib Tanjung mulai mencari personel untuk merealisasikan proyek musik baru dalam format band. Bagoes Kresnawan adalah personel selanjutnya yang sejak awal sudah menjadi kandidat drummer. Bagoes Kresnawan pun langsung menyanggupinya ketika dihubungi oleh Dhedot dan Agib Tanjung. "Selanjutnya kami bertiga berdiskusi dan sepakat melamar Sasi Kirono untuk menjadi gitaris, menyusul personel 'bungsu' Aza Ardito melengkapi formasi menjadi kibordis," ujar Agib Tanjung menambahkan.

Selain punya dua produser musik, SMARAI beruntung memiliki personel yang mempunyai skill dan jam terbang tinggi di dunia visual. Bagoes Kresnawan bertanggung jawab mengurus segala
konten visual SMARAI, video klip 'Ajari Aku' dan juga film pendeknya sekaligus dikerjakan olehnya untuk merespons lebih detail cerita yang ada di dalam lirik 'Ajari Aku'. "Kalau sebuah band bisa bikin film, ya kenapa nggak?" kata Bagoes Kresnawan. "Kalau memproduksi music video itu kayaknya udah nggak kehitung ya, berapa artis yang pernah aku direct. Cuma setiap aku bikin music video yang rata-rata story-nya itu naratif, kadang aku mikir, 'Harusnya ini bisa jadi film', karena karya lagu yang berupa lirik sebenarnya kan storytelling juga. Jadi kenapa nggak, kali ini band-ku sendiri aku bikin film sekalian?" tambahnya. Bagi SMARAI, film pendek ini juga bisa sekaligus menjadi teaser video klip 'Ajari Aku'.

"Aku kepengen ketika orang dengerin liriknya 'Ajari aku untuk bisa sepertimu..," itu tuh maknanya luas. Nah, di music video ini mungkin aku akan ambil POVnya dari perempuan. Tentang orang yang putus cinta dan gamon, alias gagal move on," pungkas Bagoes Kresnawan.

Lagu 'Ajari Aku' mengudara di gerai-gerai musik digital seperti Apple Music, Spotify, Deezer, dll pada Jumat 10 Oktober 2025. Sedangkan untuk format audio visualnya dirilis menjadi dua kemasan, yakni film pendek dan video klip. Film pendek 'Ajari Aku' tayang pada Minggu 5 Oktober 2025, lalu untuk video klipnya pada Jumat 10 Oktober 2025 di kanal YouTube SMARAI dibentuk pada pertengahan tahun 2023. Nama SMARAI diambil dari kata ‘semarai’, yang artinya tumbuh kembang dan merekah. Para personel SMARAI dengan latar belakang uniknya masing masing mencoba berkembang dan merekah bersama dalam grup band SMARAI.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X