Dirinya juga menekankan kepada jajarannya untuk selalu membuat perencanaan atau inovasi-inovasi, agar tahun 2024 ini status stunting di Kota Semarang bisa zero atau nol kasus.
“Kami punya cita-cita, pandangan, perencanaan, dan inovasi di Kota Semarang ini bisa menjadi atau diimplementasikan ke tingkat lebih tinggi, dengan memakai digitalisasi sebagai pemacu proses-prosesnya. Dan saat ini penurunan angka stunting di Kota Semarang sangar drastis,” terangnya.
Baca Juga: Video Kekerasan Beredar di Medsos, Kapendam Cenderawasih: Saat Ini Masih Konfirmasi
“Semoga program yang dijalankan di Kota Semarang bisa lebih baik dan bisa disempurnakan, khususnya dalam upaya penanganan stunting dari hulu sampai hilir,” lanjutnya.
Ke depan, ia berharap masyarakat bisa ikut berperan dalam upaya menurunkan angka stunting, di samping perencanaan-perencanaan yang sudah dijalankan pemerintah. Saat ini pihaknya tengah memberikan perhatian khusus ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).
Baca Juga: Video Penyiksaan Seorang Warga Dalam Drum, Komnas HAM Papua: Sadis
“Kita juga harus waspada ada ibu KEK, sehingga harus dilakukan penanganan. Maka kami lakukan pembuatan program siaga stunting, jadi betul-betul motret dari masing-masing anak stunting dan ibu hamil. Nanti akan dilihat satu-satu keluarga, seperti dalam upaya kamu menurunkan kemiskinan ekstrem. Kita akan buat parameternya,” imbuhnya.*
Artikel Terkait
Penanganan Stunting dan KEK Ibu Hamil Pemkot Semarang Diapresiasi Kemenkes
Kepala BKKBN: Penanganan Stunting dan KEK Ibu Hamil di Kota Semarang Jadi Percontohan untuk Daerah Lain
Pertamina Geothermal Lampung Salurkan Dana CSR Peduli Stunting di Bengkulu
Pendekatan Keluarga Salah Satu Upaya Cegah Stunting Baru
Program Bapak Asuh Turunkan Kasus Stunting di Jambi
PTFI-USAID Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting di Papua, Claus Wamafma: Meningkatkan Kesejahteraan Gizi Anak-Anak