Pertamina Geothermal Lampung Salurkan Dana CSR Peduli Stunting di Bengkulu

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Sabtu, 3 Februari 2024 | 04:33 WIB
Tim Pertamina Geothermal Lampung menyalurkan dana SCR peduli stunting di Kabupaten Lebong. Bantuan ini dalam rangka mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting.(Foto/Ist)
Tim Pertamina Geothermal Lampung menyalurkan dana SCR peduli stunting di Kabupaten Lebong. Bantuan ini dalam rangka mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting.(Foto/Ist)

Bengkulu, Suarapembaruan.news-Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina Geothermal Provinsi Lampung menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) peduli kasus stunting di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Bantuan tersebut diberikan karena stunting menjadi program prioritas nasional (Pro-PN).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu M.Iqbal Apriansyah, di Bengkulu, Sabtu (3/2/2024), mengapresiasi tinggi atas empati dari PT Pertamina Geothermal Provinsi Lampung untuk turut mencegah tumbuhnya potensi stunting baru di Bengkulu.

"Dukungan BUMN tersebut merupakan sebuah bentuk kolaborasi lintas lembaga dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menyongsong Indonesia Emas 2045, dan sekaligus mencegah kasus stunting baru di daerah sasaran bantuan," ujar Iqbal Apriansyah.

Melalui bantuan dana CSR pada program Talang Leak Bebas Stunting (Tebas Stunting) berupa pemberian bantuan sembako dan ternak (ayam) kepada ibu hamil kurang energi kronis (KEK) dan anak-anak beresiko stunting, diharapkan kasus stunting baru tidak muncul lagi daerah tersebut.

Berdasarkan hasil pemutakhiran pendataan keluarga (PPK) 2023, dari 30.674 keluarga di Kabupaten Lebong tercatat sekitar 7.651 keluarga berisiko stunting, di antaranya kelompok bayi dua tahun 0-23 bulan sebanyak 1.712, dan balita sebanyak 4.129 serta 681 pasangan usia subur (PUS) hamil.

Sementara itu, kasus kelahiran pada kelompok remaja usia 15-19 tahun masih tinggi sebesar 51/1000 klh. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan dapat menekan kasus stunting di Kabupaten Lebong dan di Provinsi Bengkulu pada umumnya.

Pada 2021 prevalensi stunting di Kabupaten Lebong masih berada pada angka 23,3 persen. Hasil SSGI 2022 turun hingga pada angka 18,73 persen. Melalui bantuan ini diharapkan mampu menurunkan potensi stunting baru di Provinsi Bengkulu.

"Kerja sama antar lembaga ini diharapkan dapat terus berkesinambungan serta menumbuhkan kepedulian dari perusahaan lainnya di Bumi Rafflesia melalui tanggung jawab sosial para pihak," demikian Iqbal.(SPnews/min)

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X