SUARA PEMBARUAN, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Sumatera Selatan sebagai salah satu **lumbung pangan nasional**. Hal ini disampaikan dalam berbagai kesempatan saat membahas strategi peningkatan produksi pertanian, termasuk melalui program cetak sawah baru, peningkatan produktivitas, dan optimalisasi lahan tidur di berbagai kabupaten.
Menurut Herman Deru, Sumatera Selatan memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi penyangga pangan nasional karena didukung oleh luas lahan pertanian dan irigasi yang cukup memadai. “Kita tidak hanya ingin cukup pangan, tapi juga ingin menjadikan pangan sebagai industri yang mampu menopang ekonomi daerah dan nasional,” ujarnya dikutip dari *detik.com* (25 Oktober 2025).
Baca Juga: Jejak Padri dan Pembentukan Identitas Mandailing di Tengah Gelombang Sejarah (Bagian II)
Herman Deru optimistis target tersebut dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta kelompok tani. Salah satu langkah nyata yang tengah dilakukan adalah **program cetak sawah baru** seluas 38 ribu hektare yang akan menambah total lahan pertanian aktif di Sumsel menjadi sekitar **560 ribu hektare** pada tahun 2026. “Target kita, produksi gabah kering giling bisa mencapai lima juta ton pada tahun 2026,” katanya seperti diberitakan detik.com.
Selain fokus pada peningkatan luas lahan, Pemerintah Provinsi Sumsel juga mendorong pemanfaatan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen. Program ini melibatkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP), penyedia benih unggul, serta lembaga pembiayaan yang mendukung petani agar tidak kesulitan dalam modal usaha.
Dalam kesempatan berbeda, seperti dilaporkan *sumsel.akurat.co* (24 Oktober 2025), Herman Deru juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam mengelola sektor pangan. “Kita ingin masyarakat menganggap pangan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan harian, tetapi sebagai peluang ekonomi yang besar. Inilah cara baru kita untuk menjadikan Sumsel sebagai lumbung pangan nasional,” ujarnya.
Baca Juga: Akar Masalah Sistem Pendidikan Di Indonesia
Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Sumatera Selatan semakin kuat, termasuk dalam hal pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi, jalan produksi, serta akses distribusi hasil panen. Dengan kondisi geografis yang mendukung dan ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, Herman Deru yakin Sumatera Selatan akan menjadi daerah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Sumsel punya semua modal yang dibutuhkan — lahan luas, tenaga kerja, dan komitmen dari pemerintah daerah hingga pusat. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan serius dan berkelanjutan,” tambahnya.
Baca Juga: DPR: Segera Gunakan Dana Mengendap Rp234 Triliun!
Sebagai penutup, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa keberhasilan Sumatera Selatan sebagai lumbung pangan tidak hanya diukur dari jumlah produksi, tetapi juga dari kesejahteraan petani. “Kalau petaninya sejahtera, pangan kita pasti kuat. Itu yang saya perjuangkan,” ujarnya penuh keyakinan.
Dengan berbagai program yang sedang dijalankan, Sumatera Selatan kini bergerak menuju peran strategis sebagai **lumbung pangan nasional**, mengukuhkan diri sebagai daerah yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi besar bagi kedaulatan pangan Indonesia.( BL)
Artikel Terkait
Gestur Diplomasi Prabowo Jadi Sorotan di KTT ASEAN
Ngeri! 602 Ribu Warga Jakarta Main Judi Online, Transaksi Capai Rp3,12 Triliun
DPR: Segera Gunakan Dana Mengendap Rp234 Triliun!
Larangan Impor Pakaian Bekas Jadi Sorotan DPR, Imas Aan Ubudiyah Dukung Langkah Tegas Pemerintah
Di Balik Isyarat Meredanya Perang Dagang AS vs China Muncul usai KTT ASEAN
Purbaya Tindaklanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Pegawai, dari Suap hingga Penagihan di Luar Jam Kerja
Soal Legalisasi Umrah Mandiri, Wamen Haji: Pemerintah Siap Tindak Oknum yang Menyalahgunakan Sistem
Gas Bumi Masuk Desa, PGN Ajak Warga Lumajang Beralih ke Energi Bersih
Akar Masalah Sistem Pendidikan Di Indonesia
Jejak Padri dan Pembentukan Identitas Mandailing di Tengah Gelombang Sejarah (Bagian II)