politik-hankam

Penembakan ASN di Yahukimo Saat Kunjungan Wapres: TPNPB dan TNI Saling Tuding

Rabu, 22 April 2026 | 10:06 WIB
ASN korban penembakan.

 


DEKAI, SUARA PEMBARUAN – Situasi keamanan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, menjadi sorotan tajam setelah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilaporkan tewas akibat luka tembak, Selasa (21/4/2026) malam. Insiden berdarah ini terjadi bertepatan dengan agenda kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke wilayah tersebut.

Identitas korban diketahui bernama Yones Yohame  seorang ASN berusia 35 tahun di lingkungan Pemkab Yahukimo. Korban menghembuskan napas terakhir dengan luka tembak di bagian dada kanan.

 

Berdasarkan keterangan tertulis yang dikeluarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, pihaknya mengklaim bahwa Jems Maxisme Yohame ditembak oleh aparat militer Indonesia dari sebuah pos penjagaan di perempatan jalan dekat Bandara Dekai pada Selasa malam.

TPNPB menuding penembakan ini merupakan bagian dari operasi militer yang lebih luas di Yahukimo sejak 20 April 2026.

"Sejak Senin telah terjadi penggeledahan rumah-rumah warga sipil dan penyitaan alat-alat berkebun. Penembakan terjadi saat kunjungan Wakil Presiden RI ke Yahukimo,"ujarnya.

Mereka juga mendesak lembaga HAM internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan atas meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.

 

Di pihak lain, Kodam XVII/Cenderawasih membantah keras tudingan tersebut dan justru menyatakan bahwa pelaku penembakan adalah Kelompok Separatis Teroris (OPM). Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, S.I.P., mengutuk keras aksi tersebut.

 

"Saya mewakili Kodam XVII/Cenderawasih mengutuk kekejian oleh OPM yang dengan sengaja menembak warga sipil hingga meninggal dunia. Korban merupakan putra daerah terbaik yang selama ini membantu masyarakat Yahukimo," tegas Kolonel Tri dalam keterangan resminya, Rabu (22/4/2026)

Menurut versi TNI, peristiwa terjadi di Komplek Perumahan Eselon III, Distrik Dekai. Saat ini, aparat keamanan gabungan sedang melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga melarikan diri ke arah hutan.

Hingga saat ini, jenazah almarhum masih berada di RSUD Dekai untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Situasi di Kota Dekai dilaporkan dalam pengawasan ketat aparat keamanan.

Kapendam mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Yahukimo agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat diminta untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak yang berwenang demi menjaga kondusivitas wilayah. *

Tags

Terkini