"Jangan sampai anggaran negara yang begitu besar sudah dikeluarkan, tetapi manfaatnya belum dirasakan masyarakat. Yang terpenting bukan hanya bangunannya berdiri, tetapi bagaimana nelayan benar-benar menjadi subjek utama dan memperoleh manfaat dari program ini," tegasnya.
Firman berharap Kampung Nelayan Merah Putih Banyutowo dapat berkembang menjadi model pemberdayaan nelayan yang berhasil, bukan sekadar proyek fisik. Menurutnya, pelibatan masyarakat, transparansi pengelolaan koperasi, serta kepastian tata kelola menjadi kunci agar investasi negara bernilai miliaran rupiah tersebut benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan.*
Artikel Terkait
Wali Kota Bengkulu Bantu Dua Nelayan Korban Selamal Kapal Ikan Karam
Nelayan Pantai Zakat Kota Bengkulu Keluhkan Kapal Trawl
Pemerintah Dorong Keadilan Energi Lewat SPBU Nelayan di Donggala
Pemprov Bengkulu Programkan Bangun Enam Kawasan Nelayan Terpadu
Pemprov Bengkulu Dukung Pembangunan Kampung Nelayan di Bengkulu Utara, Alokasikan Perbaikan Jalan Rp 118 Miliar