Namanya sempat menjadi sorotan publik pada Maret 2025 ketika ia bersama sejumlah aktivis melakukan aksi protes terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang TNI yang diduga berlangsung tertutup di Hotel Fairmont Jakarta.
Aksi tersebut memicu polemik setelah pihak keamanan hotel melaporkan para aktivis ke kepolisian karena dianggap mengganggu jalannya kegiatan rapat.
Kini, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kembali menjadi perhatian publik dan berbagai kalangan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.
Artikel Terkait
Hari HAM 10 Desember, ini Penyampaian Penting dari ELSAM Papua
FK UNDIP Tanamkan Nilai HAM Sejak Awal, 171 Dokter Spesialis Ikuti PKKMB
Jadikan Gowa Daerah Ramah HAM
Komnas HAM Papua: Penembakan di Grasberg Freeport oleh Kelompok Berpengalaman, Punya Koneksi Bisa Masuk Area Berpengamanan Ketat
PBHI Jakarta Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus: Alarm Serius bagi Aktivis dan Pembela HAM