peristiwa

Harapan di Tengah Puing: Hari ke-7 Pencarian Korban Runtuhnya Musala Al Khoziny, 37 Jiwa Tewas

Minggu, 5 Oktober 2025 | 20:26 WIB
Menyoroti fakta terkini proses evakuasi insiden runtuhnya bangunan musala di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, pada Minggu, 5 Oktober 2025. (Dok. BNPB)

Selain itu, bau pembusukan jenazah mulai menimbulkan kekhawatiran. Walau jenazah korban bencana tidak menularkan penyakit secara langsung, cairan dari proses pembusukan dapat mencemari air bersih di sekitar lokasi.

“Risiko kesehatan muncul jika cairan pembusukan meresap ke sumber air, apalagi di kawasan padat penduduk,” jelas Budi. Untuk mencegah hal itu, BNPB bersama Dinas Kesehatan melakukan penyemprotan disinfektan tambahan dan membagikan alat pelindung diri (APD) kepada petugas. “BNPB akan terus memenuhi semua kebutuhan petugas di lapangan, termasuk APD dan kacamata pelindung,” lanjutnya.

Keajaiban di Tengah Reruntuhan

Di tengah puing yang menelan puluhan nyawa, sebuah mimbar musala menjadi simbol keajaiban. Dalam video yang diunggah akun Instagram @infojember, mimbar tempat imam memimpin salat itu terlihat masih berdiri tegak, meski seluruh bangunan di sekitarnya telah rata dengan tanah.

“Pantauan dari atas reruntuhan, tampak mimbar Musala Al Khoziny tidak runtuh,” tulis keterangan unggahan tersebut. Warga sekitar percaya, posisi dekat mimbar itulah yang menyelamatkan sejumlah santri. “Banyak korban selamat yang berada di saf depan,” tulis akun itu menambahkan.

Semangat Tak Padam

Hingga kini, Tim SAR Gabungan tetap berjibaku 24 jam penuh dengan sistem bergantian. Meski kelelahan fisik dan udara pengap semakin menekan, semangat mereka tidak surut.

Di antara tumpukan beton dan debu, masih ada harapan yang terus digali — harapan menemukan korban terakhir dan menuntaskan duka panjang tragedi runtuhnya Musala Al Khoziny.*

Halaman:

Tags

Terkini